Tampilkan postingan dengan label Papua Post. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Papua Post. Tampilkan semua postingan
SUPORTER PENDUKUNG JERMAN KIBARKAN BENDERA PAPUA “BINTANG KEJORA"
Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
SUPORTER PENDUKUNG JERMAN KIBARKAN BENDERA PAPUA “BINTANG KEJORA"
![]() |
| Suporter pendukun Negara Jerman membentangkan bendera Negara West Papua |
Lagi-lagi bendera negara bangsa Papua Barat yakni “BINTANG KEJORA” Berkibar di Kota Brazil dilakukan oleh, Tim Suporter pendukung Negara Jerman. Hal ini Foto di
publikasikan di media online http://www.main-ding.de/,
dalam wedsite ini sekitar 266 foto yang mereka upload, salah satunya adalah seorang laki-laki memegang bendera bintang kejora sambil
kampannye Pawai sebagai Jerman Masuk
Final Piala dunia tahun 2014 di Berazil.
Situasi
Indonesia lagi Pemilihan Presiden Indonesia yang ke-7, dengan
momen ini rakyat Papua mayoritas Orang Asli Papua (OAP) tidak memilih
“Golput-Boikot” data lapangan menunjukkan bawah yang memilih
adalah penjaga petugas TPS dan pihak
penyelenggara pilpres KPU.
Seperti di
lansir di media online knpbnews.com, Pemilihan Presiden diatas teritori West
Papua terlihat sepih dari keikutsertaan rakyat West Papua. Diprediksi, sekitar
80% suara rakyat West Papua tidak ikut mencoblos alias memboikot pemilihan yang
berlangsung di hampir semua daerah di tanah Papua.
“Kami memang mendapat laporan dari masyarakat
langsung maupun dari pantauan anggota kami bahwa rata-rata 20% partisipasi
orang asli Papua di setiap TPS dan yang lain kebanyakan orang pendatang, “kata
Bozoka Logo, Juru Bicara KNPB kemarin.
Rakyat West Papua benar-benar
mengikuti himbauan dan seruan dari pemimpin-pemimpin perjuangan. Seruan-seruan
melalui selebaran selama ini untuk boikot Pilpres diterima hingga ke pelosok
tanah Papua.
Ketua Parlemen Nasional West Papua,
Buchtar Tabuni sebelumnya memprediksi 80% rakyat West Papua akan memboikot. “Intruksi
saya telah dilaksanakan oleh KNPB dan PRD dan hasilnya sesuai dengan prediksi
kita kemarin”, kata Buchtar Tabuni dari tempat persembunyiannya.
Menurut Bazoka Logo, rakyat Papua
telah mengajar demokrasi yang benar kepada seluruh dunia melalui boikot Pemilu,
karena pilihan politik itu tidak bisa diberikan sembarangan, apalagi kepada
penguasa yang sedang menjajah.
Sementara itu, Pemimpin Papua Merdeka
dan juga Koordinator Diplomat Internasional untuk West Papua, tuan Benny Wenda
jauh-jauh sebelumnya telah menyeruhkan rakyat West Papua untuk memboikot Pemilu
diatas tanah Papua.
Selain Benny Wenda, sebelumnya
pemimpin Perjuangan yang kini mendekam di balik jeruji penjara Abepura seperti
Victor Yeimo (Ketua Umum KNPB), Forkorus Yaboisembut (Ketua Dewan Adat Papua),
Fileb Karma (Tahanan Politik Hati Nurani) juga telah menghimbau rakyat agar
memboikot Pilpres dengan cara damai.
Kepada media kemarin, Ketua Umum KNPB,
Victor Yeimo menyampaikan pesan berikut ini:
Terima kasih kepada rakyat West Papua,
bahwa hari ini kita buktikan 80% rakyat West Papua tidak berpartisipasi secara
sadar dalam Pemilu Presiden Kolonial Republik Indonesia. Kita telah berhasil
membuat “pesta demokrasi” kolonial menjadi sunyi dari partisipasi kita. Kita
telah membuktkan bahwa kita bukanlah bangsa yang tunduk dan patuh pada penguasa
yang terus menindas kita.
Bagi yang terpaksa dan dipaksa
memilih, atau bagi yang turut suksesi dan memilih, kami memakluminya sebagai
bagian dari hak masing-masing pribadi, tetapi juga bagian dari korban hegemoni
kolonialisme. Kepada mereka, kami menyampaikan agar tetap menyadari bahwa hak
politik kita dalam Indonesia tidak akan pernah berarti bagi keselamatan bangsa
Papua sepanjang hak penentuan nasib sendiri belum terpenuhi.
Islamisasi Papua Semakin Gencar, Gereja Berdiam Diri
Islamisasi Papua Semakin Gencar, Gereja Berdiam Diri
![]() |
| Johan G Geissler |
"Dalam Nama Allah kami menginjak kaki di Tanah ini" Inilah Kalimat
awal yang ucapkan oleh dua misionaris papua yakni Johan Gottlob Geissler dan
C.W. Ottow, Pada tanggal 5 Februari 1855 dengan Kapal Ternate membuang sauhnya
di depan pulau Manansbari (Mansinam) Manokwari -Papua barat).
Perkembangan
gereja masa kini, telah merakar di seantoro tanah papua, dan akhirnya orang
papua telah mengenal injil Yesus Kristus sebagai keyakinan atau agama yang
menjadi penganut mayoritas orang papua.
Dengan
masuknya injil di tanah papua, Umat Tuhan sepanjang itu berada dalam hidup
damai dan telah mengenal Tuhan Yesus sebagai Penyelamat para akhirat.
Samapai
sekarang Gereja telah berkebang pesat dengan berbagai denominasi yang lahir di
papua.
Perebutan Papua
![]() |
| Photo Ilustrasi POS TNI Puncak Jaya |
Tepanya
1945, Indonesia secara resmi memprokolamasikan Negara Kesatuan Republik
Indonesia oleh Ir. Sukarno. Namun papua saat itu masih dalam daerah penjajahan
Belanda.
Setelah
perang dunia II pecah dan issu komunis di asia tenggara memuncak, tanggal 1 mei
1963 secara administrasi belanda di desak oleh Amerika sebagai sekutu untuk
melepaskan papua kepada indonesia atas perjanjian new york melaui UNTEA atau
badan PBB yang mengurus persengketaan bangsa papua.
Secara
resmi papua di integrasikan melalui PBB atas dasar pelaksanaan PEPERA 1969,
sekitar 24 atau 25 tahun dari 1945 setelah Indonesia merdeka taggal 17 agustus
1945.
Ada agama lain
di dunia
Setelah
bergabung dengan NKRI, barulah orang papua tahu bahwa ada banyak agama lain di
dunia, ini setelah masuknya para imigran dari luar papua yang datang kepapua
dan mengetahui kalau mereka memeluk
agama lain yakni agama islam.
Sampai
perkembangannya, di tahun 1970-an orang papua benar-benar di jajah di bawah
otoritas Suharto sampai 1998. Kebebasan agama, kebebasan budaya, kebebasan hak
hidup masyarakat papua saat itu benar-benar di bungkam dan di musnakan terbukti
ada penghilangan sosiolog papua Arnol App dan lainnya.
Setelah satu
abad Lebih Telihat banyak agama berdatangan di Tanah Kristen Papua
Integrasi
ke papua kedalam Indonesia berhasil, secara otomatis 5 Agama berlaku seluruh
Indonesia, termasuk papua, Papua yang dulunya hanya satu agama, kini menjadi 5
Agama secara nasinal. Penyebaran agama dengan legalitas 5 agama di indonesia,
papua benar-benar target penyebaran agama secara terbuka bahkan target utama
dalam perebutan tanah papua sebagai mayoritas agama Kristen.
Dengan dukungan
finansial dari negara, khususnya agama islam telah melakukan berbagai upaya
dalam penyebaran agama di papua. Buktinya banyak mesjid dan pesantren di
mana-man di papua.
Imigran
dari luar papua yakni pemeluk agama Islam berdatangan tanpa kontrol dan
menyebar ke seluruh papua. Misis penyebaran agama terus berlaju dan tersebar
secara nyata bahkan gelap di papua hampir 50 tahun sejak integrasi papua
kedalam NKRI.
Acaman
Penlenyapan Agama Kristen di Papua
Papua
sedang dalam ancaman besar. Wilayah berpenduduk mayoritas Kristen & Katolik
sudah berada dalam target Islamisasi, yaitu proses peng-Islam-an orang-orang
Kristen pedalaman yang minim pengetahuan tentang Kekristenan.
![]() |
| Kegiatan AFKN di Papua |
Organisasi
Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), lembaga Islam yang sedang berusaha
menggencarkan Islamisasi di kota Injil. Pemimpin AFKN yaitu Ustadz Muhammad
Zaaf Fadzlan Rabbani Al Garamatan atau yang lebih dikenal dengan Ustadz
Fadzlan, pemilik Pesantren yang berada di wilayah Bekasi. Sebuah awal yang
sungguh mencengangkan. AFKN telah membeli kapal khusus untuk menuju Papua demi
suksesnya Islamisasi.
Kapal laut dakwah itu sendiri dibeli seharga Rp 600 juta.
Kapal yang memiliki panjang 13,5 m dan lebar 3,3 meter ini mampu menampung 20
penumpang dan beban seberat 10 ton, juga dilengkapi standar keselamatan seperti
rakit penyelamat, ringboy, karet pelampung serta alat komunikasi. Bahkan,
sempat beredar kabar, AFKN akan membagikan 55 ribu Al-Qur'an yang siap disebar
di seluruh Papua. Ustadz Fadzlan juga menyampaikan pendapatnya bahwa orang
Kristen tidak perlu iri dengan strateginya
“Ustadz Fadzlan Berkata: Orang Kristen tidak boleh cemburu. Yang seharusnya cemburu adalah umat Islam, karena selama ini umat Islam di Papua kurang sekali mendapat fasilitas. Justru yang sering mendapat fasilitas adalah mereka (Kristen), baik dari negara maupun hasil kekayaan alam negeri yang mereka ambil. Otsus itu mereka yang makan semua, sementara umat Islam tidak mendapat. Bukankah selama ini seluruh orang Kristen, misionaris dan gereja, menggunakan pesawat modern, tapi umat Islam tidak pernah menggangu. Kok dengan kapal kecil saja mereka cemburu. Tidak ada yang melarang. Yang jelas, saat ini belum ada gangguan terhadap dakwah AFKN. Irian itu negeri Muslim kok,” katanya.
Dia
juga berkata “AFKN ingin membangun keadilan dengan cara mendatangi semua
lembaga Islam, majelis taklim dan semua umat Islam, dan menyerukan umat Islam
agar menyelamatkan Muslim Irian. Karena umat Islam Irian adalah bagian dari
NKRI. Apa yang dilakukan AFKN adalah upaya untuk mendukung program pemerintah.
Ketika umat Islam kurang mendapat perhatian dan fasilitas, maka AFKN ingin
terlibat untuk membantu umat, khususnya muslim Papua.” Dan yang santer di
pemberitaan media Islam, kepala suku Asmat Senansius Kayimtel masuk Islam
beserta seluruh anggota keluarganya dan berganti nama menjadi Umar Abdullah
Kayimtel pada tanggal 19 Februari 2012. Dan seperti tradisi yang berlaku di
pedalaman Papua, seluruh anggota suku akan mengikuti agama pemimpinnya!
Istilah Sebutan Papua NUU WAAR (PAPUA)
![]() |
| Pengobatan Gratis AFKN Papua |
"Kegiatan yang rutin kami laksanakan
setiap tahun ini merupakan bentuk sumbangsih AFKN dalam menyemai dakwah di bumi
Nuu Waar (Papua)," kata ustadz kelahiran Fakfak ini.
Menurut Ustadz Fadzlan Garamatan,
ketua umum AFKN, kegiatan ini akan dilaksanakan di beberapa kabupaten dengan
target peserta khitan sebanyak 8.000 orang Papua Akan di sunat.
AFKN juga
membagikan jilbab kepada muslimah di pedalaman Bumi Nuu Waar. ”Tahun ini, Jilbab yang bisa kita bagikan jumlahnya
1.700.000 jilbab. Sedangkan
tahun sebelumnya sebanyak dua juta jilbab. Kegiatan ini semua dilakukan dalam
rangka mengantarkan dakwah Islamiyah dengan memperbaiki tauhid saudara-saudara
kita di Papua, baik yang sudah lama masuk Islam mau pun yang baru memeluk
Islam, sehingga keimanan bertambah kuat,” jelasnya.
Selain
menyelenggarakan khitanan massal bagi 7500 warga di Bumi Nuu Waar, menurut
Ustadz Fadzlan, saat ini AFKN juga sedang mengadakan pengobatan Tibbunnabawi (pengobatan ala
Rasulullah saw). Diakuinya, banyak warga Nuu Waar yang selama ini mengonsumsi
berbagai makanan yang tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw, yang
akhirnya menjadi racun di dalam tubuhnya.
Misi Terselubung Islamisasi Papua
![]() |
| Anak2 Papua |
Saat ini dakwah Islam di Papua
makin gencar. Buku Islam Atau Kristen Agama Orang Irian (Papua) yang ditulis Ali Atwa menyebut,
bahwa Islam yang pertama ada di Papua, bukan Kristen. Tahun 1997, pernah ada
seminar di Kabupaten Fakfak dan di Jayapura menyebutkan, sebelum para
misionaris Kristen menginjakkan kakinya di Tanah Papua, katanya, sudah terlebih
dahulu muballigh Islam hadir di sana.
“Islam masuk
pertama kali di bagian barat Papua. Di Fak Fak, jumlah Muslim hampir separuh
populasi.” Kabupaten Fakfak sendiri yang memiliki luas wilayah 38.474 km2 dan
berpenduduk sebanyak 50.584 jiwa, justru sangat kental dengan Islam.
Saksi bisu
sejarah Islam, Masjid Patimburak, hingga kini masih difungsikan sebagai tempat
ibadah 36 kepala keluarga dengan 147 jiwa yang tinggal di sekitarnya. “Dulu di
sini ramai, tapi satu-satu mereka pergi,” ujar Daud Iba, sekretaris kampung
Patimburak.
Tetapi
cerita di atas mengaburkan fakta lain. Sesungguhnya yang pertama agama Kristen
Protestan di daerah Manokwari, tahun 1855 sudah jelas. Missionaris Jerman
bernama C.W. Ottow dan G.J. Geissler datang menjadi missionaris.
Fadzlan
merasa benar sendiri. “Orang Kristen tidak boleh cemburu. Yang seharusnya
cemburu adalah umat Islam, karena selama ini umat Islam di Papua kurang sekali
mendapat fasilitas. Justru yang sering mendapat fasilitas adalah mereka
(Kristen), baik dari negara maupun hasil kekayaan alam negeri yang mereka
ambil. Otsus itu mereka yang makan semua, sementara umat Islam tidak mendapat.
Bukankah selama ini seluruh orang Kristen, misionaris dan gereja, menggunakan
pesawat modern, tapi umat Islam tidak pernah menggangu. Kok dengan kapal kecil
saja mereka cemburu. Tidak ada yang melarang. Yang jelas, saat ini belum ada
gangguan terhadap dakwah AFKN. Irian itu negeri Muslim kok,” katanya
Kapal Dakwah Papua Gegerkan Aktivis Gereja
Beberapa waktu lalu (18/7), Badan
Wakaf Al Qur’an (BWA) baru saja melakukan serah terima kapal dakwah kepada AFKN
di Putri Duyung, Ancol, Jakarta . Hadir dalam acara tersebut, antara lain:
Ustadz Harry Moekti, Opick, Dr Bambang Sardjono dari Departemen Kesehatan, Dr
Kholiqurrahman Raus DAP (Ketua Dewan Pembina AFKN), Djuwono Banukisworo (Senior
Vice President BNI Syariah), Ustadz Ihsan Salam (Direktur BWA).
Kapal Dakwah
yang dinamakan AFKN Khilafah I itu berasal dari donatur umat Islam. Uang yang
terkumpul tersebut dikoordinir oleh BWA melalui kegiatan penggalanan dana yang
diberi tajuk “Papua Muslim Care”
di Balai Kartini, Jakarta (9/1). Dana yang terkumpul pada malam itu, cukup
fantastis, yakni, mencapai Rp 2 Milyar.
Selain kapal
dakwah, BWA juga mengajak para donator untuk berkomitmen dalam program
wakaf khusus, dalam pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di
pedalaman Papua, rencananya akan ditempatkan di Kaimana. Ini merupakan program
jangka panjang untuk Muslim Papua.
Kapal laut
dakwah untuk Muslim Papua itu sendiri dibeli seharga Rp 600 juta. Kapal yang
memiliki panjang 13,5 m dan lebar 3,3 meter ini mampu menampung 20 penumpang
dan beban seberat 10 ton, juga dilengkapi standar keselamatan seperti rakit
penyelamat, ringboy, karet pelampung serta alat komunikasi. Mengingat, perairan
di Papua sangat luas, maka masalah transportasi menjadi sangat penting sebagai
sarana dakwah.
Jika
sebelumnya, AFKN harus menyewa kapal dengan biaya yang sangat mahal, belum lagi
bahan bakarnya. Per liter bisa dikenakan Rp 23 ribu. “Terkadang, kita harus
berhari-hari mengarungi laut dengan perahu. Jika menyewa boat, biaya pun habis
untuk bahan bakar. Padahal, amanah berupa sedekah dari umat Islam dari berbagai
daerah di Indonesia melalui AFKN harus disampaikan untuk Muslim Papua yang ada
di pedalaman,” tutur Ustadz Fadzlan.
2013, Media Australia Membocorkan
2700 anak – anak papua di bawa ke pesantren Jakarta
Oleh : Michael Bachelard di Smh.com.au melaporkan
![]() |
| Anak2 papua di pesantren jakarta |
Anak-anak Papua sementara dibawa
dari Papua ke sekolah-sekolah Islam di Jawa untuk “dididik kembali”, tulis
Michael Bachelard.
Johanes
Lokobal duduk di atas rumput yang menjadi alas dari lantai kayu rumah kecilnya
yang hanya terdiri atas satu ruangan. Dia menghangatkan tangannya pada perapian
yang terletak di tengah ruangan. Sementara itu dari waktu ke waktu seekor babi,
tidak tampak karena berada di ruangan sebelah, menjerit dan membentur-benturkan
tubuhnya dengan keras ke dinding rumah.
Kampung
Megapura yang terletak di tengah pegunungan di provinsi paling timur Indonesia
yaitu papua barat merupakan kampung yang sangat terpencil sehingga penyedian
barang-barang hanya dapat dilakukan melalui perjalanan udara atau dengan
berjalan kaki. Johanes Lokobal telah tinggal di sana sepanjang hidupnya.
Dia tidak
tahu dengan tepat berapa usianya, “Tua saja” katanya dengan suara parau. Ia juga
miskin. “Saya bekerja di kebun. Pendapatan saya kira-kira Rp. 20.000 per hari.
Saya juga membersihkan halaman sekolah.” Tetapi di kehidupannya yang sudah
berat, terjadi kemalangan yang paling menyakiti dia. Pada tahun 2005, putra
tunggalnya, Yope, dibawa pergi ke Jakarta. Lokobal tidak ingin Yope pergi. Anak
itu masih berumur sekitar 14 tahun, tapi dia berbadan besar dan kuat, seorang
pekerja yang baik.
Namun
orang-orang itu tetap membawa dia pergi. Beberapa tahun kemudian, Yope
meninggal. Tidak ada yang bisa mengatakan kepada Lokobal bagaimana atau kapan
tepatnya anaknya meninggal, dan dia juga tidak tahu di mana anaknya dimakamkan.
Yang dia tahu secara pasti adalah, bahwa hal ini tidak seharusnya terjadi.
![]() |
| anak2 papua pesantren jakarta |
Para
pemisi terselubung menguraikan Sekitar 1400
anak-ana Generasi Muslim Nuu Waark Papua disekolahkan secara cuma-cuma alias gratis.
Awalnya dimasukkan ke berbagai pesantren di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi,
kemudian menempuh jenjang perguruan tinggi, dalam dan luar negeri. Ratusan di
antaranya tengah menempuh jenjang S-1, dan sudah 29 orang yang meraih gelar S-2
Untuk
membawa anak-anak Papua belajar ke Jakarta, Sumatera, dan Surabaya, AFKN
menjalin hubungan kerjasama dengan stakeholder pimpinan pesantren, rektorat,
pimpinan yayasan hingga Baitul Mal wa Tamwil. Bahkan pendekatan secara pribadi
dengan mereka yang memiliki kepedulian dengan perjuangan AFKN mengangkat harkat
dan martabat masyarakat Muslim Papua.
Di
antara dermawan, ada yang bersedia menjadi ayah angkat, dan membiayai hidup
mereka selama belajar di pesantren atau kampus, tempat anak-anak Papua menuntut
ilmu. Adapun anak-anak Papua yang datang ke kota besar tersebut, berasal dari
kabupaten yang berbeda. Ada dari Kaimana, Fakfak, Bintuni, Raja Ampat, Wamena,
Sorong, Nabire, dan wilayah Papua lainnya.
![]() |
| Kegiatan Islamisasi Papua |
Setidaknya
ada 11 anak (Putra-putri) Muslim Papua yang mendapatkan kesempatan belajar di
Univesitas Indonusa Unggul, sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta.
Mereka adalah Muksin Patipi, Yusuf Sayop, Usman Iba, Siti Adia Akatian, Siti
Woretma, Fitria Patiran, Siti Rahayu Gwas Gwas, Hajija Rumakabes (semua dari
Fakfak), Eric Arta Saiyof (Sorong), Nasir Tonoi (Bintuni), Yahya Boimasa
(Kaimana). Selain di Kampus Indonusa Unggul, sejumlah mahasiswa asal Papua juga
mendapatkan beasiswa di Kampus Universitas Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan,
Ciputat, salah seorang mahasiswanya adalah Muhammad Mudzakkir Asso yang baru
saja meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).
Bagimana
Reaksi gereja Papua Atas Misi Islamisasi Papua?
Tanah
yang damai, Tanah diberkati Tuhan, Tanah Pilihan Tuhan dan Lainnya menjadi
slogan orang Kristen di papua benar-benar di injak dan di bungkam, kenyataan
ini apakah kita berdiam diri ataukah mengambil langkah strategis untuk
menghentikan semua program terselubung ini.
Kanapa
para pimpinan gereja di papua hanya diam saja, apakah ini bukan menjadi ancaman
generasi Kristen di papua?
Kami
berharap Gereja-Gereja di papua harus bertindak dan melakukan berbagai upaya
untuk mencegah islamisasi di papua.
Penulis
Turius wenda ( www.twitter.com/TuriusWenda)
Ketua Forum Gerakan Pemuda Baptis Papua
(FGBP)
Papua Ibarat Cewe Cantik Yang diIncar cowo di Dunia
Papua Ibarat Cewe Cantik Yang diIncar cowo di Dunia
"Papua Ibarat Cewe Cantik Yang diIncar cowo di Dunia"
cewe yang cantik biasa diincar banyak cowo,cantik menjadi ukuran memikat hati cowo2 di dunia.?
tanah
papua,ibrarat cewe cantik yang direbut cowo seantero dunia,kayah Sumber
daya alam mengundang penancapan besar2ran para cowo2...
cowo-cowo
berwatak imperialis (as) dan klonial (ina) serta kapitalis (mnc) itu
memandang papua ialah cewe cantik yg jarang dijumpai dibelahan
dunia,,,,,
utk merebut cewe cantik (papua) itu para cowo2 (perampok/pencuri) itu menggunakan cara dan gayanya masing2...
cowo
ganteng asal belanda yg datang pertama meminang cewe cantik (papua),dia
dtng dgn cara halus,(mengajar & mendidik orang papua)
kemudian disusul cowo ganteng lain (Indonesia) merebut cewe cantik dari tangan cowo belanda dengan cara "biadab"
cewe cantik sdh minang cowo belanda (belum menikah),indonesia dtng langsung "perkosa" sekalian kawin paksa,
terjadi perebutan cowo belanda & indonesia sama cewe cantik papua?
akhirnya
cowo ganteng suharto/sukrno dgn emosional berhasil mugusik cowo
belnda, indonesia kawin paksa atas restui sepihak.....
cewe
cantik sdh kawin sama cowo ganteng (ina) sekarang sdh 50an tahun namun
cewe cantik itu selalu diperlakukan biadab oleh cowo itu,
cewe yg
tadinya tampak cantik level dunia tp kini dirinya diwarnaii bekas luka
diwajah & badannyahasil pukulan popor senjata & sepatu laras
panjang,
direbut paksa,diperkosa,lalu kawin yg direstui sepihak,itu yg pernah dialami cewe cantik itu,
hingga
sekarang cewe tersebut dikurung dan dipukul hingga anak cucunya mulai
menangis mendambahkan cewe itu harus cerai total dgn cowo kaskado itu,
cerai dgn cowo biadab itu menjadi solusi yg diharapkan oleh cewe itu dari pada tiap saat diperlakukan binatang buruan,(!)
beberapa negarawan,berpendapat soal papua,berikut isi pernyataannya?
kami cinta emas papua bukan orang papua,tutur sby,presiden ke-6 (republik indonesia yg melingkupi sabang sampai amboina)
mantan
presiden RI,Megawati,mengatakan orang papua merdeka,pergi minta
sama amerika,supaya sediakan satu wilayah di asia pasifik,lalu merdeka
disana,
papua
itu milik Indonesia,jika orang papua mau merdeka,minta sama Tuhan,supaya
Tuhan sediakan satu bulan/bintang agar orang papua merdeka
disana,(pernyataan menyalitkan)
pernyataan para elit2 negara indonesia itu,ditepis seoarang agamawan di papua,misalanya Pdt Daniel Somou,
kata pdt,kami orang papua, anggap Indoensia orang tua karena sdh besarkan.mendidik kami menjadi pemberontak,
sudah
saatnya orang papua bersuara untuk meminta kepada orang tua angkat
(indonesia) untuk membebaskan kami dari cengkrawan,kotbah pdt dihadapan
ribuan rakyat papua,tahun lalu,
hidup yg hakiki adalah hidup bebas tanpa ada penjajahan dari bangsa lain,#MGhandy
Penulis:Methu Badii alias Melukis Papua Dengan Kata
AS Siap Siaga Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua
AS Siap Siaga Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua
![]() |
| (Foto: MILITER US SIAGA / itoday.co.id) |
Watikam-Voice. Asing
akan tetap melibatkan diri dengan urusan Papua. Itulah yang menjadi
perhatian Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai itoday, Senin (20/2).
Asing terlibat karena persoalan Papua tidak pernah selesai, tutur pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia ini.
Menurutnya, apa yang terjadi di Papua sekarang, jelas mengikuti skenario kemerdekaan Kosovo, yang berhasil memerdekakan dirinya dengan bantuan lembaga internasional. Hal ini terlihat dengan didaftarkannya kemerdekaan Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu lalu.
Jika asing melihat masalah Papua sebagai sebuah isu internasional yang hangat, dan menganggap Indonesia tidak peduli. Maka kesempatan Papua untuk merdeka akan semakin besar, jelasnya.
Hariyadi mengingatkan, keberadaan AS di Darwin, Australia, walau sebenarnya adalah untuk membendung Cina, tetapi jika masalah Papua semakin memanas, dan memperoleh pengakuan lembaga internasional sebagai sebuah negara merdeka, maka pangkalan AS di Darwin akan menjadi pangkalan yang bersifat multifungsi.
AS akan mengerahkan pasukannya di Darwin guna melindungi Papua, jika Indonesia nantinya menolak kemerdekaan Papua yang disahkan PBB secara sepihak, kata Hariyadi.
Apa yang dikatakan Hariyadi mengenai ancaman pangkalan AS di Darwin memang tidak bisa dianggap enteng. Sebab posisi Darwin sangat untuk mendukung posisi AS di ASEAN dan Laut Cina Selatan, atas Cina dan Rusia.
Tidak hanya itu, posisi Darwin juga memudahkan AS untuk mengirimkan pasukannya dengan menggunakan kapal selam dan kapal induk, ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia Pasifik.
Bagi Hariyadi, alasan mengapa masalah Papua tidak pernah selesai, karena pemerintah selalu menggunakan cara represif dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Sedangkan cara pendekatan lainnya kurang maksimal, sebab tim yang dibentuk selalu saja tidak bekerja dengan semestinya.
Asing terlibat karena persoalan Papua tidak pernah selesai, tutur pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia ini.
Menurutnya, apa yang terjadi di Papua sekarang, jelas mengikuti skenario kemerdekaan Kosovo, yang berhasil memerdekakan dirinya dengan bantuan lembaga internasional. Hal ini terlihat dengan didaftarkannya kemerdekaan Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu lalu.
Jika asing melihat masalah Papua sebagai sebuah isu internasional yang hangat, dan menganggap Indonesia tidak peduli. Maka kesempatan Papua untuk merdeka akan semakin besar, jelasnya.
Hariyadi mengingatkan, keberadaan AS di Darwin, Australia, walau sebenarnya adalah untuk membendung Cina, tetapi jika masalah Papua semakin memanas, dan memperoleh pengakuan lembaga internasional sebagai sebuah negara merdeka, maka pangkalan AS di Darwin akan menjadi pangkalan yang bersifat multifungsi.
AS akan mengerahkan pasukannya di Darwin guna melindungi Papua, jika Indonesia nantinya menolak kemerdekaan Papua yang disahkan PBB secara sepihak, kata Hariyadi.
Apa yang dikatakan Hariyadi mengenai ancaman pangkalan AS di Darwin memang tidak bisa dianggap enteng. Sebab posisi Darwin sangat untuk mendukung posisi AS di ASEAN dan Laut Cina Selatan, atas Cina dan Rusia.
Tidak hanya itu, posisi Darwin juga memudahkan AS untuk mengirimkan pasukannya dengan menggunakan kapal selam dan kapal induk, ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia Pasifik.
Bagi Hariyadi, alasan mengapa masalah Papua tidak pernah selesai, karena pemerintah selalu menggunakan cara represif dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Sedangkan cara pendekatan lainnya kurang maksimal, sebab tim yang dibentuk selalu saja tidak bekerja dengan semestinya.
http://www.itoday.co.id/politik/as-siap-kirim-pasukan-untuk-kemerdekaan-papua
Amerika Serikat Harus Jadi Solusi, Bagi Masa Depan Papua
Amerika Serikat Harus Jadi Solusi, Bagi Masa Depan Papua
Jayapura, Jubi-Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Fajar Timur(STFT) Dr Neles Tebay mengatakan semua masyarakat di Papua sudah mengetahui dalam sejarah integrasi Papua kalau Amerika Serikat termasuk salah satu bagian dari persoalan Papua.
“Okelah itu semua bagian dari masa lalu, tetapi saat ini dan bagi masa depan Papua pemerintah Amerika Serikat juga harus mencari atau pun menjadi solusi bagi penyelesaian masalah Papua,”
kata Pastor Neles kepada Jubi di ruang kerjanya di Kampus STFT, Padangbulan, Kota Jayapura, Kamis(9/10).
Dia mengatakan pemerintah Amerika Serikat tidak bisa meninggalkan masalah Papua dan hanya mengikuti semua aturan ataupun permintaan Jakarta karena Amerika Serikat juga termasuk bagian dari persoalan Papua sebelumnya.
“Kalau saat ini peran AS sebagai solusi masalah, mereka juga
harus bisa menerjemahkan bagaimana peran mereka untuk menyelesaikan
masalah Papua,”katanya.
Menurut dia termasuk masalah PT Freeport saat ini sebab selama ini hampir sebagian besar kepentingan masyarakat Papua
tak pernah ditanggapi.” Termasuk demo tujuh suku di lokasi tambang
Freeport semua bisa terjadi karena perusahaan ini hanya mementingkan
permintaan Jakarta saja,”katanya.
Sebelumnya dalam artikel Lisa Pease yang pernah dikutip Kompas
berjudul, “Freeport McMoran Soekarno, dan Rakyat Irian” (Kompas,
24/9/2001). Tulisan ini menguraikan secara historis mengenai kaitan
antara Freeport dengan kondisi politik di Indonesia dan Amerika Serikat
yang mestinya menyadarkan semua pihak di Indonesia bahwa betapa
dashsyatnya kekuasaan raksasa bisnis Internasional itu.
Menurut artikel Lisa, saat tambang Freeport hendak dimulai di Irian
Barat hubungan Belanda dan Indonesia memasuki masa genting bahkan
mendekati Perang. Presiden Soekarno mulai mendaratkan pasukannya di
Irian Barat. Celakanya lagi, Presiden Amerika Serikat John F Kennedy
malah lebih memihak Indonesia dan mengutus Ellsworth Bunker sebagai
negosiator.
Untuk menekan Belanda, Amerika Serikat mengancam akan menghentikan
semua bantuan Marshall Plan, dengan alasan khawatir digunakan membiayai
perang. Belanda yang membutuhkan dana bagi pembangunan kembali negerinya
dari reruntuhan Perang Dunia Kedua, terpaksa mengalah untuk mundur dari
Irian Barat. (Dominggus A Mampioper)
tabloidjubi.com, Penulis : Dominggus Mampioper
Amerika Serikat Harus Jadi Solusi, Bagi Masa Depan Papua was originally published on PAPUA MERDEKA! News















