Popular Posts

 photo fgr_zpsa263fa65.gif
Welcome to visit website the Voice of Watikam, Progressive, Militant, Patriotic for a Free and Independent West Papua Nation-State
Tampilkan postingan dengan label PT.Freeport Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT.Freeport Papua. Tampilkan semua postingan

JOKOWI SETUJU PAPUA REFERENDUM

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 
Sebuah berita cukup menarik termuat di www.gebraknews.com dengan judul “JOKOWI SETUJU REFERENDUM PAPUA MERDEKA”  menjadi berita yang perlu dicermati , karena artikel ini ditulis oleh NON PAPUA dan menanyangkut masa depan Tanah Papua dan masyarakat  yang selama ini selalu di bodohi oleh pemerintah Indonesia, sementara Kekaayaan alam Papua selalu disedot untuk kepantingan Indonesia berikut ini, artikel lengkapnya :

Jokowi presiden terpilih oleh rakyat yang tertipu telah menerbitkan rekomdasi persetujuan untuk pelaksanaan Referendum Papua Merdeka setelah ia dilantik menjadi Presiden Indonesia. Demikian tulis @TM2000Back dalam kuliah twitnya (kultwit) Sabtu,(27/914).
Pada kicauannya kali ini TM2000 mengatakan, Kemarin pihaknya menerima informasi dari lembaga intelejen, presiden terpilih Jokowi telah menyetujui pelaksanaan referendum Papua Merdeka. Informasi mengenai persetujuan Jokowi terhadap pelaksanaan Referendum  Papua Merdeka diterima dari Prof Damien Kingsbury, guru besar ilmu politik yang juga mantan tokoh Interfet, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menjadi motor pelaksanaan referendum Timor Timur Merdeka pada tahun 1999 lalu.

Akun komunitas intelijen publik itu mengatakan, pada tanggal 18-19 Sept 2014 Letnan Jenderal purnawirawan Kiki Syahnarki, mantan Wakasad, pengurus PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI AD)  diundang INTERFET ke Australia. Letjen Purn Kiki Syahnarki diundang INTERFET ke Australia untuk menjadi salah satu pembicara pada Seminar bertema “TIMOR CRISIS” di Melbourne, Australia.

 Turut hadir 21 pembicara dari manca negara. Pembicara terakhir adalah Prof Damien Kingsbury. Penunjukan Kingsbury sebagai the last speaker patut diduga adalah by design oleh panitia penyelenggara seminar.

 Pada kesempatan sebagai pembicara terakhir di seminar itu Prof Kingsbury mengatakan dirinya memiliki “Proposal Joko Widodo” yang berisikan tentang persetujuan Jokowi terhadap pelaksanaan Referendum Kemerdekaan Papua.

 Sikap Jokowi ini sama persis dengan sikap Jend Purn Hendropriyono beberapa waktu lalu yang menyetujui kemerdekaan Papua. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono, menurut kicauan TM2000 sudah lama menjadi 'aset' ASIS (Badan Intelijen Australia).
Prof Kingsbury mengatakan : “Jika Indonesia mengalami krisis di Papua sebegemana di Timor Timur dulu, maka INTERFET HARUS MASUK KE PAPUA !”

Jika Interfet masuk ke Papua, maka hasil akhirnya dipastikan sama dengan Timor Timur dulu, yaitu Papua lepas dari NKRI. Australia didukung Amerika Serikat untuk membantu terwujudnya kemerdekaan Papua.
 Di Darwin Australia, kota berjarak 840 Km dari Papua, sudah siap siaga pasukan marinir AS (US Marine) sebanyak 11.000 personil dan akan jadi 67.000 personil pada tahun 2015 mendatang.

Kehadiran US Marine di Darwin, Australia sudah dimulai sejak tahun 2011. Pasukan AS yang awalnya hanya berjumlah  250 personil, mendadak diputuskan Presiden Barack Obama ditambah menjadi total 67.000 personil secara bertahap hingga tahun 2018.

Akun twitter TM2000 mengatakan, pihaknya sudah pernah menginformasikan ancaman disintergrasi NKRI ini pada tahun 2012 lalu. Disusul kultwit berikutnya tentang potensi ancaman disintegrasi NKRI. AS tambah pasukan di Darwin, Papua Dalam Bahaya ! chirpstory.com/li/97609 Ditambahkannya, peningkatan jumlah personil US Marine 11.000 Personil  tadi adalah hasil investigasi mereka pada akhir tahun 2013 lalu. Sekarang? Mungkin sudah berlipat ganda.

Good for you Please follow  “@kospirasiglobal: 13 National Union of Student, The Foundationfor Endagered Languages, Down to Earth, World
Jika anda mampir ke Darwin, Ausie, lihatlah personil US Marine yang sedang jalan-jalan di tengah kota. Lebih banyak US Marine dibanding warga lokal.

Jika tahun depan Papua lepas dan merdeka, jangan salahkan kami. Salahkan diri anda sendiri yang mau diperdaya Jokowi dan majikan-majikannya.” Penyesalan selalu datang terlambat. Kalau datang di depan, itu namanya pendaftaran hehe ..just kidding (menghibur hati kami yang sedih)
Prof Damien Kingsbury adalah mantan The Australia East Timor International Volunteer Program (TAETIVP). Agen Australia, misi pecahkan NKRI
Kingsbury juga Director of School of International and Political Studies at Deakin University. Lembaganya bertugas memberi masukan kepada PM Australia.

Masa depan RI ada di Papua. Pulau no. 2 terbesar di dunia (jika digabung dengan PNG), surga tambang, migas, emas, mineral, hutan, ikan dst. Menyitir taufik ismail : “masa depan Indonesia adalah Papua yang terpisah dan merdeka….” Sedih..gara-gara banyak rakyat gak tau si jokowi proxy konspirasi global aseng dan antek.

 Masih menurut akun TM2000 Pihak yang haarus disalahkan atau para tokoh yang paling bertanggungjawab bila Papua lepas dan merdeka adalah:
- Hendropriyono
- Luhut dan Tim Begawan 
- JK, Megawati, CSIS, PDIP, HMI, ICMI, HKPB, ICW,
- James Riady, Tahir, Antony Salim, Edward/edwin Suryajaya
- Hartono, Fofo Suriadmadja, dst”
Seluruh tokoh pendukung, media pendukung, relawan pendukung, massa, rakyat, dst..pendukung Jokowi = bertanggung jawab jika Papua LEPAS
Papua LEPAS dan MERDEKA, Pasti, sekali lagi PASTI diikuti dengan ACEH MERDEKA. Sekalian dengan bergabungnya Sumatera dalm The Kingdom GM. Twit @TM2000Back lengkap dalam bentuk chirpstory

Ini Syarat RI Jika Freeport Ingin Keruk Tembaga Lagi di Papua

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 
Jakarta (KOMUNITAS PAPUA News) - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan syarat kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) agar kegiatan operasi di tambang terbuka Grasbreg kembali berjalan.
Direktur Teknik dan Lingkungan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral Batu Bara (Minerba), Kementerian ESDM, Bambang Susigit mengatakan, setelah selesai melakukan investigasi inspektur tambang memberikan enam rekomendasi.

"Dari hasil pemeriksaan tempat alat, pemeriksaan sistem dan pemeriksaan wawancara kepada penumpang, operator, tim penyelamat berkaitan kami menyimpulkan," kata Bambang di kantor Ditjen Minerba Kementeri ESDM, Selasa (7/10/2014).

Bambang mengungkapkan enam rekomendasi tersebut yaitu Pertama, minta Kepala Teknik Tambang menyosialisasikan kembali prosedur pengoperasian standar (PPS) Grasberg Operations Department No SM-2.18-HLG-006-05 tentang pengoperasian Haul Truck di tambang terbuka Grasberg seluruh operator truk.

Kedua, memastikan komunikasi antara unit mobil equipment dapat berjalan dengan baik. Ketiga, rekomendasi ketiga adalah meningkatkan koordinasi antara pengawas dan operator dalam melaksanakan tugas.

Keempat, membuat standar operasional prosedur  proses pembutan fasilitas atau infrastruktur yang terkait dengan pengaturan lalu lintas.

Kelima, melakukan identifikasi bahaya penilaian dan pengendalian risiko terhadap tempat parkir mobil, equipment dan jalan tambang aktif di seluruh area Grasberg dan melaukan perbaikan manajemen lalulintas bersarkan hasil indentikasi bahaya, penilain dan pengendalian risiko.

Menurut Bambang, jika poin kelima tersebut dapat dipenuhi oleh Freeport, maka pihaknya akan memberikan restu pengoperasian kembali tambang terbuka.

"Rekomendasi keenam aktivitas penambangan secara penuh di area Grasberg dapat dilakukan setelah poin kelima diselesaikan dan dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang," tuturnya.

Namun menurut Bambang, pihaknya tidak begitu saja memberi restu kepada Freeport untuk mengoperasikan kembali tambang terbukanya. Pasalnya, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu harus meyakinkan pihak pemerintah dengan mempresentasikan enam rekomendasi tadi. Menurut rencana Freeport akan menampilkan presentasi Kamis (9/10/2014).

"Sebelum dia presentasi, besok Rabu saya minta bahannya karena ini keputusan strategis penuh risiko," pungkasnya.

Seperti diketahui, Sabtu, 27 September 2014 sekitar pukul 07.24 WIT, terjadi kecelakaan tambang yang melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi jenis Toyota yang berisi delapan orang penumpang dan satu orang pengendara, dengan satu unit Haul Truck (Truk Tambang HT#220-CAT785) yang dikendarai satu orang operator, di lokasi jalan Tambang Terbuka Grasberg Freeport. (Pew/Ndw)