Popular Posts

 photo fgr_zpsa263fa65.gif
Welcome to visit website the Voice of Watikam, Progressive, Militant, Patriotic for a Free and Independent West Papua Nation-State
Tampilkan postingan dengan label National. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label National. Tampilkan semua postingan

AKSI TEROR OLEH APARAT KEAMANAN INDONESIA DI WAMENA, PAPUA BARAT

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew

AKSI TEROR OLEH APARAT KEAMANAN INDONESIA DI WAMENA, PAPUA BARAT

Photos of Indonesian Military Terror West Papuan05Activis Independence Papua Barat melaporkan dari Wamena bahwa Aparat Keamanan Indonesia telah dan sedang melakukan terror yang berlebihan di lingkungan masyarakat Asli Papua di Wilayah Pegunungan Tengah Papua, dimana menggunakan Panser dan semua jenis peralatan perang.

Teror ini dilakukan dengan cara pawai keliling kota Wamena dengan menggunakan perlatan perang, layaknya di medan perang. Hal ini telah dan sedang dilakukan di beberapa kota di Pegunungan Tengah Papua, yang antara lain Lanny Jaya, Tolikara, Puncak Papua, Yalimo, Yahukimo, Ndugama, dan Wamena kota sendiri.

Dengan aksi teror ini, Aparat Keamanan Indonesia juga telah dan sedang melakukan penangkapan sewenang-wenang terhadap masyarakat asli Papua di pegunungan Tengah Papua. Penangkapan ini diluar prosedur Hukum, tanpa mengikuti aturan-aturan hukum sebagaimana lasimnya.

Dalam aksi ini, Aparat Keamanan Indonesia telah menangkap 30 orang masyarakat sipil di Bolakme dan sampai saat yang kami menulis laporan ini masih di tahan tanpa alasan katanya dalam article yang telah dikirim kepada Admin KOMNAS-TPNPB.NET pada Senin 20 October 2014.

Dilaporkan juga bahwa Aparat Keamanan Indonesia melakukan patroli dari pagi hingga malam atau 24 jam setiap hari, yang mengakibatkan masyarakat Asli Papua di Pegunungan Tengah Papua tidak bebas dalam melakukan activitas sehari-hari.

Faktanya boleh lihat dalam gambar yang Activis Independence kirim ke Admin KOMNAS-TPNB terlampir. Photos itu membuktikan bahwa Aprat Keamanan indonesia telah dan sedang melakukan teror yang berlebihan di Masyakarat Asli Papua di Pegunungan Tengah Papua Barat. Dilaporkan langsung dari Wamena, oleh Activis Independence Papua Barat (SB).

 Lampiran Photos Teror Aparat Keamanan Indonesia terhadap Orang Asli Papua di Pegunungan Tengah Papua Barat (Appendix Photos of  Indonesian Security Forces  Terror of the Papua native to the Central Highlands of West Papua)
Photos of Indonesian Military Terror West Papuan02
Photos of Indonesian Military Terror West Papuan02
Photos-of-Indonesian-Military-Terror-West-Papuan03.jpg
Photos-of-Indonesian-Military-Terror-West-Papuan03.jpgPhotos of Indonesian Military Terror West Papuan06
Photos of Indonesian Military Terror West Papuan06
Photos of Indonesian Military Terror West Papuan05
Photos of Indonesian Military Terror West Papuan05   
Publishing by Admin Komnas-TPNPB 2013

Sebelum 2014, Presiden SBY dan Velix Wanggai Targetkan Papua Tuntas

Sebelum 2014, Presiden SBY dan Velix Wanggai Targetkan Papua Tuntas

Watikam Voice - Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menargetkan untuk menyelesaikan masalah Papua sebelum 2014.

"Presiden telah menegaskan komitmen dan kebijakan dasar, yakni menjaga kedaulatan NKRI, menguatkan pelaksanaan Otonomi Khusus, mempercepat pembangunan daerah, dan menghormati keberagaman dan hak asasi manusia Papua," katanya dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin (23/7).

Menurut Velix, jika ingin mengetahui kebijakan Presiden Yudhoyono soal Papua bisa dibaca di buku yang ditulisnya berjudul 'Pembangunan Untuk Semua' yang baru saja diluncurkan. "Di buku itu ada bab tersendiri, yaitu Membangun Papua dengan Hati," katanya.

Melalui buku 'Pembangunan Untuk Semua' yang tebalnya 428 halaman ini, Velix mengajak publik untuk melihat berbagai segi pengelolaan perubahan kebijakan pembangunan daerah pada era yang sedang berubah.

"Pembaca bisa mengetahui kebijakan Presiden SBY dalam mengurai persoalan mendasar dalam pembangunan daerah dan otonomi daerah. Harapannya, berbagai perubahan kebijakan yang ditempuh Presiden tidak hanya bermakna dari sisi prosedural, namun juga bermakna bagi kemaslahatan rakyat banyak," katanya.

Kedua buku karya Velix Wanggai diluncurkan di Jakarta, 19 Juli 2012 di Toko Buku Gramedia Matraman. Peluncuran buku ini diikuti oleh bedah buku yang menghadirkan empat pembahas yakni Dr. Jaleswari Pramodhawardhani (pengamat pertahanan LIPI), Arie Sujito (Pengamat Sosiologi Politik UGM), M. Alfan Alfian (Direktur Akbar Tanjung Institute), dan Dr Syaiful Ruray (Ketua DPRD Maluku Utara) yang membedah dalam konteks perspektif daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA

AS Siap Siaga Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua

AS Siap Siaga Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua

(Foto: MILITER US SIAGA / itoday.co.id)
Watikam-Voice. Asing akan tetap melibatkan diri dengan urusan Papua. Itulah yang menjadi perhatian Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai itoday, Senin (20/2).
 Asing terlibat karena persoalan Papua tidak pernah selesai, tutur pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, apa yang terjadi di Papua sekarang, jelas mengikuti skenario kemerdekaan Kosovo, yang berhasil memerdekakan dirinya dengan bantuan lembaga internasional. Hal ini terlihat dengan didaftarkannya kemerdekaan Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu lalu.

Jika asing melihat masalah Papua sebagai sebuah isu internasional yang hangat, dan menganggap Indonesia tidak peduli. Maka kesempatan Papua untuk merdeka akan semakin besar, jelasnya.

Hariyadi mengingatkan, keberadaan AS di Darwin, Australia, walau sebenarnya adalah untuk membendung Cina, tetapi jika masalah Papua semakin memanas, dan memperoleh pengakuan lembaga internasional sebagai sebuah negara merdeka, maka pangkalan AS di Darwin akan menjadi pangkalan yang bersifat multifungsi.

AS akan mengerahkan pasukannya di Darwin guna melindungi Papua, jika Indonesia nantinya menolak kemerdekaan Papua yang disahkan PBB secara sepihak, kata Hariyadi.

Apa yang dikatakan Hariyadi mengenai ancaman pangkalan AS di Darwin memang tidak bisa dianggap enteng. Sebab posisi Darwin sangat untuk mendukung posisi AS di ASEAN dan Laut Cina Selatan, atas Cina dan Rusia.

Tidak hanya itu, posisi Darwin juga memudahkan AS untuk mengirimkan pasukannya dengan menggunakan kapal selam dan kapal induk, ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia Pasifik.

Bagi Hariyadi, alasan mengapa masalah Papua tidak pernah selesai, karena pemerintah selalu menggunakan cara represif dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Sedangkan cara pendekatan lainnya kurang maksimal, sebab tim yang dibentuk selalu saja tidak bekerja dengan semestinya.

http://www.itoday.co.id/politik/as-siap-kirim-pasukan-untuk-kemerdekaan-papua