Popular Posts

 photo fgr_zpsa263fa65.gif
Welcome to visit website the Voice of Watikam, Progressive, Militant, Patriotic for a Free and Independent West Papua Nation-State
Tampilkan postingan dengan label Free West Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Free West Papua. Tampilkan semua postingan

Spirit of West Papua Melanesian People

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew

Yang cantik dong bilang torang lebih sayang aktivis Papua Merdeka, kenapa ya?

Menurut idntimes.com menjadi seorang aktivis itu banyak orang menilai para aktivis itu tak menarik untuk dijadikan pasangan. Mereka terlalu sibuk di luar. Namun jangan salah sobat! sepertinya banyak perempuan cantik Papua ini lebih sayang memilih para aktivis karena itu masuk kriteria pasangan idaman. Alasan kenapa punya pasangan aktivis membuatmu juga akan bangga dan bersyukur. Simak baik-baik ya.
Dukungan Papua Merdeka dari Pasifik Melanesia - Via : fwpaction.blogspot.com
Kamu tidak akan kekurangan perhatian. Pada hidup orang lain yang tidak dikenal saja dia peduli, apalagi hidupmu,  Integritas dan tanggung jawab yang dia miliki membuatmu tidak akan ditelantarkan. Juga Pergaulannya luas, mengetahui banyak informasi sehingga dia jadi sosok yang bisa diandalkan. Mereka sudah mengenatahui akan masa depan. Oleh sebabnya kata perempuan Papua bilang "Za sayang ko, tapi za lebih sayang mereka yang berbicara Papua merdeka".

Banyak masalah yang terjadi di Papua membuat perempuan Papua tidak tinggal diam, mereka mendorong generasi mudah Papua untuk lebih selamatkan generasi Papua sebagai "Hitam Kulit Kriting Ramput Aku Papua", seperti lirik lagunya Edo Kondologit itu.

Payokwa-gwe - Via : suaradukanews.blogspot.com

Jenderal Jhon Anari Telah Mampu Mendirikan Kantor di Dalam PBB Untuk Tujuan Memperluas Pendidikan Perjuangan Papua Barat

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew

Jhon Anari
Casper-Wyo. Timipotu News. Wyoming bukanlah tempat cenderung untuk menggalang dukungan bagi konflik yang telah berjalan selama lebih dari 50 tahun, tapi untuk komandan pasukan adat Papua Barat, Wyoming adalah titik melompat besar.

Umum tiga puluh empat tahun John Anari Tentara Pembebasan Papua Barat dan ketua organisasi Barat Pembebasan Papua datang ke Amerika Serikat dan Wyoming untuk mencari bantuan dalam mengusir pasukan Indonesia dari negaranya. Dengan bantuan dari Wyoming sendiri Soldier menggambarkan diri Fortune, Thomas Bleming, General Anari berharap untuk mendidik AS dalam apa yang disebutnya sebagai genosida dan perbudakan rakyatnya.

"Jenderal Anari sedang menjajaki semua pilihan, tetapi ia tidak akan menunggu selamanya," kata Bleming. "Revolusi akan berbaris maju; itu akan menang pada akhirnya."

Dengan bantuan dari Bleming dan ahli Data PBB, Jenderal Anari telah mampu mendirikan kantor di dalam PBB untuk tujuan memperluas pendidikan perjuangan Papua Barat terhadap Indonesia. Tujuan dari semua upaya mereka adalah untuk menciptakan Papua Barat yang berdaulat, tempat di mana masyarakat adat dapat hidup dan bekerja tanpa ancaman penculikan atau kematian, katanya.

Mereka tidak ingin memisahkan pulau, umat-Ku di Papua Barat, mereka berharap untuk menjadi salah satu bangsa," kata Jenderal Anari. "Hari ini kita berjuang dan kami berjuang untuk Papua Barat saja."

General Anari akan berbicara dengan perwakilan di kantor dan organisasi media Gubernur di seluruh negeri.


Reporter Of Timipotu News

Int. Bidaipouga Mote

Kami ingin lepas dari Indonesia baik-baik

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 
Menteri Luar Negeri Federasi Papua Barat Jacob Rumbiak menyarankan Indonesia segera memberikan pengakuan terhadap kedaulatan Papua.

Dia beralasan cara ini jauh lebih baik ketimbang memakai referendum untuk mengetahui keinginan rakyat Papua. Apalagi jika tetap ngotot mempertahankan Papua dalam wilayah Indonesia. Korban bakal terus berjatuhan karena perlawanan tidak akan pernah berakhir.

Berikut penuturan Jacob Rumbiak saat dihubungi Faisal Assegaf dari merdeka.com melalui telepon selulernya Rabu lalu.
Papua tidak mungkin merdeka tanpa dukungan Amerika sebab di sana ada Freeport. Bagaimana sikap terakhir Amerika terhadap gerakan Papua merdeka ?
Sebenarnya, itulah. Itu menyebabkan saya pikir Papua dengan Indonesia perlu bicara. Sebab Amerika menggunakan pemerintah Indonesia sebagai pengawalnya untuk melindungi kepentingan kapitalis. Indonesia hanya dapat berapa persen? Saya pikir 10 persen saja toh? Indonesia hanya dapat sedikit kan?
Papua dengan Indonesia akan kita atur baik, akan kita bagi lah. Kalau memang Freeport jadi tempat Amerika gunakan tangan Indonesia supaya kepentingannya jalan, itu kita sebaiknya atur saja supaya hasil dari Freeport bisa dinikmati oleh orang Indonesia dan orang Papua. Kita atur bagi hasil berapa persen.
Karena Papua bukan saja tembaga. Sebab di Papua tambang terbesar itu ada emas, minyak, gas, uranium ada di sana. Makanya itu saya sering berpikir hanya karena kepentingan kapitalisme saja kok membuat saudara saya dari Indonesia dengan Papua harus saling membunuh. Karena itu kan tidak bagus.
Kita harus berpikir sehat supaya tidak hanya kepentingan ekonomi. Kenapa Indonesia dan Papua tidak bicara baik-baik saja sehingga kita dapat lebih banyak sebab kita punya. Kalau Indonesia dan Papua bisa bekerja sama di mana kita kontrol seluruh ekonomi, kita akan menjadi tuan.
Kita akan menjadi pihak penentu di dunia. Kita akan kendalikan kapitalisme Amerika atau Barat. Saya pikir ini kita harus bicara sekarang.

Soal Papua dengan Amerika tadi Anda sebut, itu sangat tergantung dari Indonesia. Kalau Indonesia masih tetap melepaskan, membiarkan Amerika menjadi tuan terus mengontrol Freeport sehingga Papua terus ditimpa begitu. Indonesia pun sama, di bawah ketiak kapitalisme sampai kekayaan habis kemudian baru mereka lepas. Seperti di Afrika. Semua kekayaan di Afrika sudah habis, baru Inggris, Prancis, Portugis kasih kemerdekaan.

Memangnya berapa konsesi mau dikasih Papua lewat Freeport kalau Indonesia mau kasih kemerdekaan?
Jelas kita kasih, saya sendiri ada di situ. Saya akan lebih banyak berbicara dengan semua pemimpin. Artinya, pemerintah dan parlemen itu jelas memiliki standar pembagian untuk kedua negara. Kita bisa atur 40 persen (Indonesia) dan 60 persen (Papua) atau 52 persen (Papua) dan 48 persen (Indonesia).
Kenapa tidak? Kita akan bicara soal bagi hasil. Itu sudah jelas. Papua punya tanggung jawab moral untuk harus berbicara baik-baik sehingga kedua pihak sama-sama untung.
Jadi kemerdekaan itu bukan salah satu kalah, bukan salah satu menang, tapi bagaimana kita akan mendapat keuntungan sama. Tidak ada lebih, tidak ada kurang. Itu jelas kebijakan dari pembicaraan beberapa teman dalam pemerintahan federal lahir lewat kongres ketiga pada 2011.

Kami harap pemerintah baru bisa membuka satu ruang di mana kita bisa berbicara, ada hal-hal kita bisa bicara tertutup dan ada hal-hal kita bisa bicara terbuka. Indonesia dan Papua adalah korban perang dingin dan kita tidak bisa terus tinggal di dalam situasi diciptakan bangsa asing atau para kapitalis.
Mari kita bangkit untuk menyatakan kami mampu bangkit dan menyelesaikan persoalan selama ini dilihat sebagai masalah. Padahal masalah ini diciptakan oleh orang luar. Kemudian mereka membiarkan kami untuk saling berkelahi.

Kemudian mereka berbicara hanya basa-basi saja begini begitu. Sedangkan Indonesia tidak berani menyelesaikan masalah sebenarnya ditinggalkan dan diciptakan oleh orang lain.

Jadi kemerdekaan Papua ini tergantung Indonesia mau kasih atau tidak ?
Sebenarnya saya melihat ada dua hal. Pertama, kalau dari pihak Indonesia bisa memberikan dengan baik, saya pikir tidak perlu ada perebutan kemerdekaan dengan darah dan pengorbanan cukup besar. Tapi jelas dari Papua sudah siap untuk melakukan apa saja.

aya pikir di era teknologi dan informasi ini lebih mempercepat. Karena orang Papua sekarang banyak sudah belajar. Peralatan perang itu sudah tidak sulit untuk orang Papua. Kapan saja kalau dia mau beli pesawat tempur terutama dijual di Tembagapura jadi gampang. Hanya kita tidak mau ada pertumpahan darah sia-sia.
Kami mau ada penghormatan kepada Indonesia daripada merampas. Situasi memaksa sehingga terpaksa Papua lepas saja begitu. Berarti kita punya hubungan Indonesia itu sama dengan air garam kita buang ke air laut. Padahal kita sudah punya hubungan baik semasa di bawah Indonesia.
Jadi kita tidak melihat Indonesia sebagai penjajah. Tapi kita akan luruskan sejarah, termasuk Indonesia baik, di mana buktinya Papua menjadi sebuah negara.

Tapi kalau kami merdeka karena dipaksa, nanti dari segi sejarah Indonesia dilihat sebagai penjajah. Jadi kami berusaha untuk mau bicara ini dengan Jakarta supaya nilai dan nama besar dari Indonesia itu tidak dilihat sebagai penjajah, tetapi bagaimana nanti dipersiapkan seperti negara-negara persemakmuran oleh Inggris.

Sekalipun mereka belum siap betul, tapi mereka bisa merdeka dan mengatur hal-hal lain menyangkut perdagangan, pendidikan, teknologi, dan lain-lain. Jadi dari teman-teman terutama teman-teman akademisi terlibat di dalam dapur strategis dan taktis, kami lebih banyak ingin supaya bagaimana peralihan itu dengan cara bermartabat.

Dengan demikian, di dalam sejarah Papua itu kami tidak menempatkan Indonesia sebagai penjajah di mana kami harus merebut kemerdekaan dari penjajah. Tapi kami melihat kehadiran Indonesia di Papua itu sebagai anugerah Tuhan, anugerah Allah untuk mempersiapkan Papua, untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri.

Mengapa Anda masih yakin Papua merdeka padahal perjuangan bersenjatanya sangat kecil, perjuangan diplomasi tidak dapat dukungan dari internasional? Mengapa masih ngotot ingin merdeka?
Saya terlalu yakin karena pertama itu adanya inisiatif dan aktivitas nyata sekarang di dalam negeri, di Papua. Kalau melihat sebelum saya dipenjara tahun 1989, perjuangan Papua itu hanya orang di hutan, segelintir orang Papua di luar negeri hanya bicara saja.

Waktu itu saya punya inisiatif kalau orang Papua mau merdeka basis kekuatan rakyat itu harus dibangun lewat kaum terpelajar. Maka waktu itu dokter Thomas Huolay kembali dari Amerika Serikat dan dokter Ottomus Bakri. Kami bertiga berpikir kampus adalah tempat di mana dilahirkan kaum terpelajar untuk memimpin perjuangan sebab kita bukan berjuang di hutan.

Kami harus berjuang menghadapi keputusan perang dingin dulu terlibat menyerahkan kami ke Indonesia. Itu berarti harus kami kuasai bahasa Inggris, bahasa Spanyol, bahasa Perancis, bahasa Portugis untuk bisa memasuki posisi untuk tawar menawar di PBB. Tapi juga kami harus membangun basis perjuangan itu di semua wilayah Papua dan di luar negeri, dan itu berhasil.

Basis perjuangan kami bukan ahanya ada di tujuh wilayah adat. Kami punya basis gerakan pemuda, pelajar, mahasiswa di Jawa, Bali, Sulawesi. Kami juga punya basis pemuda, pelajar, mahasiswa di Amerika, Eropa, Australia, dan pasifik. Akan ada hasil. Jadi itu sekarang sudah ada.

Sekarang kami punya pendukung itu Senegal, kemudian Perancis secara diam-diam juga sedang mendorong. Tapi jelas itu salah satu negara anggota PBB itu sudah ada. Dan kami harap dengan adanya perbaikan organisasi politik Papua dalam tahun ini itu kami sudah bisa merapat, menjadi anggota penuh.

Jadi perjuangan Papua merdeka itu bukan karena perjuangan politik atau diplomatik atau militer kecil. Bagaimana kami harus membangun sebuah proses benar sehingga kami bisa raih. Selama ini kami tidak ada proses benar karena itu baru terjadi pada 2011. Karena secara tata negara, untuk ketatanegaraan, kongres III itu memenuhi syarat karena dia mendeklarasikan pemerintah. Kalau kongres II itu tidak, tahun 1971 itu mereka deklarasi pemerintahan di hutan dan pemberitaannya juga di luar negeri, bagaimana mau melobi Jakarta.

Sekarang kami sudah punya seperti Mandelanya Afrika Selatan, Soekarno-Hattanya Indonesia.
Siapa disebut Soekarno-Hattanya Papua kalau nanti Papua Merdeka?
Kalau sekarang kita sudah punya presiden dan perdana menteri hasil kongres III itu Gorgorus Suebu dan perdana menteri Edison Waromi, baru saja dibebaskan dari penjara pada 21 Juli lalu.

Kalau dilihat pelaksanaan Perpera kan Papua sudah berjuang 45 tahun. Berapa tahun lagi kira-kira bakal terwujud Papua merdeka?
Saya sendiri belum bisa prediksikan kapan tapi saya harap cepat. Itu tergantung pada bagaimana pemerintahan baru bisa membuka kami peluang untuk negosiasi.

Dalam lima tahun pemerintahan Jokowi belum tentu Papua Merdeka?
Kami sedang berusaha bekerja keras di dalam pemerintahan Jokowi. Selama lima tahun kami harap bisa negosiasi dengan beliau sehingga tidak terlalu lama perjuangan ini, terus mengorbankan banyak kerugian bagi Indonesia. Bagi orang Papua itu tidak masalah. Itu sebuah perjuangan sudah jelas, namanya perjuangan itu membutuhkan pengorbanan.

Saya terlalu yakin Papua bisa merdeka karena isu Papua sekarang ini sudah menjadi isu internasional. Sedang jadi perhatian dunia.

Kalau Papua merdeka, benderanya apa, bahasanya apa, lambangnya apa?
Bahasa nasionalnya akan ditetapkan oleh pemimpin nanti. Bagi saya sendiri keputusan itu nanti terserah kepada rakyat setelah hasil pemilihan umum pertama. Anggota parlemen akan ditetapkan sesuai keputusan rakyat. Tapi jelas itu kita tetap menggunakan bahasa bisa dimengerti semua pihak.

Berarti bahasa Indonesia?
Iya, bahasa bisa dipakai oleh semua pihak. Kalau sesuai keputusan kongres II itu kami akan menggunakan empat bahasa seperti di Fiji. Di Fiji empat bahasa dan itu bisa digunakan sangat fasih untuk menulis dan membaca. Kami juga akan mengembangkan empat bahasa. Jadi bahasa Indonesia tetap kami gunakan karena bahasa ini bisa dipakai oleh seluruh masyarakat Papua, tetapi juga kami bisa berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia dan juga orang-orang di Malaysia.

Kedua, kami akan gunakan fising karena bahasa ini hanya bisa dipakai oleh orang-orang Melanesia, seperti Papua Nugini, Solomon, Vanuatu, dan di Torestrage. Dan juga karena kami adalah ras Melanesia. Kami harus tetap menggunakan bahasa ini.

Ketiga bahasa Inggris karena itu bahasa internasional kami pakai untuk berbicara dan bercakap-cakap dengan masyarakat internasional. Sedangkan keempat setiap negara bagian akan kembangkan salah satu bahasa daerahnya menjadi bahasa di negara bagiannya. Itu menurut hasil kongres II tahun 2000.

Kalau Papua merdeka, bentuk negaranya apa?
Kami sudah putuskan untuk federal. Karena Papua itu terdiri dari 312 suku dan 312 suku ini mendiami tujuh wilayah adat. Sehingga lewat federal ini nanti tidak mempermasalahkan keputusan pusat karena 80 persen hasil dari setiap negara bagian itu penuh dipakai untuk pembangunan wilayahnya sedangkan 20 persen saja bisa disetor ke pusat.

Jadi tidak ada saling menyatakan kalau nanti sistem presidensial atau republik itu kekuasaan di tangan pusat sehingga salah satu suku naik suku lain bisa berserakan. Sehingga bisa saja terjadi semacam konflik nasional antar suku dan ini kan sekarang sudah kelihatan berbahaya lewat otonomi khusus.

Ini sudah berbahaya sehingga kami sudah harus letakkan dasar-dasar negara nanti lahir. Itu berdasarkan sistem dan bentuk benar sehingga kami harus selesaikan masalah kemungkinan bisa timbul setelah merdeka.
Kedua, kami juga tetapkan federal karena kami belajar dari India. India merebut kemerdekaan itu sangat gampang. Tapi setelah merdeka pertumpahan darah lebih besar dan perpecahan menjadi Bangladesh dan Pakistan. Papua pun juga, kami sudah lihat kalau tidak atur baik-baik, bisa saja satu waktu wilayah kepulauan itu bisa pisah dari daratan seperti daerah-daerah Pasifik lain.

Bisa sebut tujuh negara bagian itu apa saja?
Tujuh negara bagian itu wilayah satu, Padi di Jayapura. Kedua, wilayah Serere di Marokun dan Biak. Ketiga, wilayah Dumbray di Manokwari. Kempat, Umbray di Fakfak, Kaimana. Kelima, Haamim itu seputar Merauke. Keenam, Lapago itu wilayah Lame, itu Wamena di atas. Ketujuh, Metago itu wilayah dari Suku Me. Mereka mendiami daerah Etami, Larike, Nabire.

Rencana ibu kota di mana ?
Itu masih sedang dipertimbangkan. Bisa saja di Jayapura atau di tarik ke tengah ke daerah Nabire. Kelihatannya akan ditarik ke tengah. Jayapura itu kemungkinan dijadikan pusat perdagangan negara-negara Pasifik. Sedangkan ibu kotanya bisa dipindah ke Nabire atau Manokwari.

Jadi Bintang Kejora belum tentu menjadi bendera nasional kalau Papua merdeka?
Bisa jadi juga. Karena sementara ini agak terjadi pro dan kontra. berdasarkan kongres kedua tahun 2000 kita putuskan tetap dengan Bintang Kejora sampai dengan nanti peralihan. Kalau administrasi pemerintahannya sudah dialihkan ke Papua dan hasil pemilihan pertama anggota parlemen akan tetapkan apakah bendera itu tegtap atau ada baru.

Bendera kami pakai ini sebenarnya bukan bendera kami. Ini masih warna bendera kolonial. Tapi kita sudah sepakat kita pakai saja sampai dengan nanti parlemen pertama itulah akan menetapkan. Kita akan ukur semua atribut kami sesuai identitas kami. Kalau tidak ada identitas orang Melanesia, diganti saja.

Kalau Papua merdeka rencananya pakai mata uang apa?
Sementara ini kami dari federal sedang rancang itu ada dua kemungkinan. Kami bisa pakai pound sterling atau dolar Amerika selama di bawah PBB sampai dengan peralihan, kemudian kami ubah.

Sistem pemerintahannya parlementer?
Iya, sistemnya parlementer.

JOKOWI SETUJU PAPUA REFERENDUM

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 
Sebuah berita cukup menarik termuat di www.gebraknews.com dengan judul “JOKOWI SETUJU REFERENDUM PAPUA MERDEKA”  menjadi berita yang perlu dicermati , karena artikel ini ditulis oleh NON PAPUA dan menanyangkut masa depan Tanah Papua dan masyarakat  yang selama ini selalu di bodohi oleh pemerintah Indonesia, sementara Kekaayaan alam Papua selalu disedot untuk kepantingan Indonesia berikut ini, artikel lengkapnya :

Jokowi presiden terpilih oleh rakyat yang tertipu telah menerbitkan rekomdasi persetujuan untuk pelaksanaan Referendum Papua Merdeka setelah ia dilantik menjadi Presiden Indonesia. Demikian tulis @TM2000Back dalam kuliah twitnya (kultwit) Sabtu,(27/914).
Pada kicauannya kali ini TM2000 mengatakan, Kemarin pihaknya menerima informasi dari lembaga intelejen, presiden terpilih Jokowi telah menyetujui pelaksanaan referendum Papua Merdeka. Informasi mengenai persetujuan Jokowi terhadap pelaksanaan Referendum  Papua Merdeka diterima dari Prof Damien Kingsbury, guru besar ilmu politik yang juga mantan tokoh Interfet, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menjadi motor pelaksanaan referendum Timor Timur Merdeka pada tahun 1999 lalu.

Akun komunitas intelijen publik itu mengatakan, pada tanggal 18-19 Sept 2014 Letnan Jenderal purnawirawan Kiki Syahnarki, mantan Wakasad, pengurus PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI AD)  diundang INTERFET ke Australia. Letjen Purn Kiki Syahnarki diundang INTERFET ke Australia untuk menjadi salah satu pembicara pada Seminar bertema “TIMOR CRISIS” di Melbourne, Australia.

 Turut hadir 21 pembicara dari manca negara. Pembicara terakhir adalah Prof Damien Kingsbury. Penunjukan Kingsbury sebagai the last speaker patut diduga adalah by design oleh panitia penyelenggara seminar.

 Pada kesempatan sebagai pembicara terakhir di seminar itu Prof Kingsbury mengatakan dirinya memiliki “Proposal Joko Widodo” yang berisikan tentang persetujuan Jokowi terhadap pelaksanaan Referendum Kemerdekaan Papua.

 Sikap Jokowi ini sama persis dengan sikap Jend Purn Hendropriyono beberapa waktu lalu yang menyetujui kemerdekaan Papua. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono, menurut kicauan TM2000 sudah lama menjadi 'aset' ASIS (Badan Intelijen Australia).
Prof Kingsbury mengatakan : “Jika Indonesia mengalami krisis di Papua sebegemana di Timor Timur dulu, maka INTERFET HARUS MASUK KE PAPUA !”

Jika Interfet masuk ke Papua, maka hasil akhirnya dipastikan sama dengan Timor Timur dulu, yaitu Papua lepas dari NKRI. Australia didukung Amerika Serikat untuk membantu terwujudnya kemerdekaan Papua.
 Di Darwin Australia, kota berjarak 840 Km dari Papua, sudah siap siaga pasukan marinir AS (US Marine) sebanyak 11.000 personil dan akan jadi 67.000 personil pada tahun 2015 mendatang.

Kehadiran US Marine di Darwin, Australia sudah dimulai sejak tahun 2011. Pasukan AS yang awalnya hanya berjumlah  250 personil, mendadak diputuskan Presiden Barack Obama ditambah menjadi total 67.000 personil secara bertahap hingga tahun 2018.

Akun twitter TM2000 mengatakan, pihaknya sudah pernah menginformasikan ancaman disintergrasi NKRI ini pada tahun 2012 lalu. Disusul kultwit berikutnya tentang potensi ancaman disintegrasi NKRI. AS tambah pasukan di Darwin, Papua Dalam Bahaya ! chirpstory.com/li/97609 Ditambahkannya, peningkatan jumlah personil US Marine 11.000 Personil  tadi adalah hasil investigasi mereka pada akhir tahun 2013 lalu. Sekarang? Mungkin sudah berlipat ganda.

Good for you Please follow  “@kospirasiglobal: 13 National Union of Student, The Foundationfor Endagered Languages, Down to Earth, World
Jika anda mampir ke Darwin, Ausie, lihatlah personil US Marine yang sedang jalan-jalan di tengah kota. Lebih banyak US Marine dibanding warga lokal.

Jika tahun depan Papua lepas dan merdeka, jangan salahkan kami. Salahkan diri anda sendiri yang mau diperdaya Jokowi dan majikan-majikannya.” Penyesalan selalu datang terlambat. Kalau datang di depan, itu namanya pendaftaran hehe ..just kidding (menghibur hati kami yang sedih)
Prof Damien Kingsbury adalah mantan The Australia East Timor International Volunteer Program (TAETIVP). Agen Australia, misi pecahkan NKRI
Kingsbury juga Director of School of International and Political Studies at Deakin University. Lembaganya bertugas memberi masukan kepada PM Australia.

Masa depan RI ada di Papua. Pulau no. 2 terbesar di dunia (jika digabung dengan PNG), surga tambang, migas, emas, mineral, hutan, ikan dst. Menyitir taufik ismail : “masa depan Indonesia adalah Papua yang terpisah dan merdeka….” Sedih..gara-gara banyak rakyat gak tau si jokowi proxy konspirasi global aseng dan antek.

 Masih menurut akun TM2000 Pihak yang haarus disalahkan atau para tokoh yang paling bertanggungjawab bila Papua lepas dan merdeka adalah:
- Hendropriyono
- Luhut dan Tim Begawan 
- JK, Megawati, CSIS, PDIP, HMI, ICMI, HKPB, ICW,
- James Riady, Tahir, Antony Salim, Edward/edwin Suryajaya
- Hartono, Fofo Suriadmadja, dst”
Seluruh tokoh pendukung, media pendukung, relawan pendukung, massa, rakyat, dst..pendukung Jokowi = bertanggung jawab jika Papua LEPAS
Papua LEPAS dan MERDEKA, Pasti, sekali lagi PASTI diikuti dengan ACEH MERDEKA. Sekalian dengan bergabungnya Sumatera dalm The Kingdom GM. Twit @TM2000Back lengkap dalam bentuk chirpstory

Ini Syarat RI Jika Freeport Ingin Keruk Tembaga Lagi di Papua

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 
Jakarta (KOMUNITAS PAPUA News) - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan syarat kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) agar kegiatan operasi di tambang terbuka Grasbreg kembali berjalan.
Direktur Teknik dan Lingkungan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral Batu Bara (Minerba), Kementerian ESDM, Bambang Susigit mengatakan, setelah selesai melakukan investigasi inspektur tambang memberikan enam rekomendasi.

"Dari hasil pemeriksaan tempat alat, pemeriksaan sistem dan pemeriksaan wawancara kepada penumpang, operator, tim penyelamat berkaitan kami menyimpulkan," kata Bambang di kantor Ditjen Minerba Kementeri ESDM, Selasa (7/10/2014).

Bambang mengungkapkan enam rekomendasi tersebut yaitu Pertama, minta Kepala Teknik Tambang menyosialisasikan kembali prosedur pengoperasian standar (PPS) Grasberg Operations Department No SM-2.18-HLG-006-05 tentang pengoperasian Haul Truck di tambang terbuka Grasberg seluruh operator truk.

Kedua, memastikan komunikasi antara unit mobil equipment dapat berjalan dengan baik. Ketiga, rekomendasi ketiga adalah meningkatkan koordinasi antara pengawas dan operator dalam melaksanakan tugas.

Keempat, membuat standar operasional prosedur  proses pembutan fasilitas atau infrastruktur yang terkait dengan pengaturan lalu lintas.

Kelima, melakukan identifikasi bahaya penilaian dan pengendalian risiko terhadap tempat parkir mobil, equipment dan jalan tambang aktif di seluruh area Grasberg dan melaukan perbaikan manajemen lalulintas bersarkan hasil indentikasi bahaya, penilain dan pengendalian risiko.

Menurut Bambang, jika poin kelima tersebut dapat dipenuhi oleh Freeport, maka pihaknya akan memberikan restu pengoperasian kembali tambang terbuka.

"Rekomendasi keenam aktivitas penambangan secara penuh di area Grasberg dapat dilakukan setelah poin kelima diselesaikan dan dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang," tuturnya.

Namun menurut Bambang, pihaknya tidak begitu saja memberi restu kepada Freeport untuk mengoperasikan kembali tambang terbukanya. Pasalnya, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu harus meyakinkan pihak pemerintah dengan mempresentasikan enam rekomendasi tadi. Menurut rencana Freeport akan menampilkan presentasi Kamis (9/10/2014).

"Sebelum dia presentasi, besok Rabu saya minta bahannya karena ini keputusan strategis penuh risiko," pungkasnya.

Seperti diketahui, Sabtu, 27 September 2014 sekitar pukul 07.24 WIT, terjadi kecelakaan tambang yang melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi jenis Toyota yang berisi delapan orang penumpang dan satu orang pengendara, dengan satu unit Haul Truck (Truk Tambang HT#220-CAT785) yang dikendarai satu orang operator, di lokasi jalan Tambang Terbuka Grasberg Freeport. (Pew/Ndw)

Kami Satu Papua, Satu Ras Melanesia - One People One Soul, One Country is Papua

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
TRPB yang resmi Panglima Jenderal TRPB yang resmi Mathias Wenda bahwa perang antara TRPB yang resmi dan TNI Indonesia masih berlanjut hari ini

Diterbitkan oleh lanitribe pada April 10, 2009

SPMNews menerima telepon lebih lanjut dari TRPB yang resmi Panglima Jenderal TRPB yang resmi Mathias Wenda bahwa perang antara TRPB yang resmi dan TNI Indonesia masih berlanjut hari ini di Papua Barat - PNG perbatasan, Wutung Desa Nugini Island.

Beberapa Angkatan Bersenjata PNG juga membantu para pejuang TRPB yang resmi dengan menyediakan logistik dan tempat penampungan, atas nama persaudaraan sebagai orang Papua, benar pemilik New Guinea Island. Mereka juga berbicara langsung kepada SPMNews
mengatakan bahwa hati mereka menangis untuk memperjuangkan Kemerdekaan New Guinea Island (bukan hanya bagian barat, Papua Barat). Mereka menyampaikan apresiasi dan berkata, "Anda harus memberitahu semua pendukung di seluruh dunia bahwa kita
Papua, dalam Satu Pulau ini bersatu di dalam hati kita. Tapi kita sedang menunggu bos besar sebagai pemimpin tertinggi di Moresby untuk mengubah sikap mereka terhadap Indonesia dan Papua Barat, dan yang akan terjadi paling probaby setelah Somare
digantikan oleh seorang pemimpin yang lebih muda. "

Mereka juga menyebutkan beberapa nama pemimpin potensial di masa depan bagi Pemerintah Nasional di Moresby yang mereka tahu akan mendukung penyebabnya.

Jenderal Wenda mengatakan di telepon, "Kami tidak akan menghentikan perkelahian ini, sampai Australia dan Pemerintah Selandia Baru, setelah melaporkan ke mereka Ibu Ratu di London, untuk masuk dan memediasi Dialog antara diri saya dengan Presiden Indonesia, bukan dengan pemimpin luar yang mengklaim diri mereka sebagai mewakili OPM. OPM bukanlah organisasi sayap bersenjata, itu adalah organisasi politik. Aku mendengar OPM telah bergabung dengan Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan), tetapi memberitahu dunia, TPN, sayap bersenjata yang sekarang disebut TRPB yang resmi sekarang sedang diselenggarakan baik dan organisasional yang lebih terkonsolidasi. Pertarungan masih berlanjut dan akan terus, memberitahu mereka untuk membantu kami, tidak membantu kami dalam perjuangan, tetapi dalam negosiasi mediasi. "

Panggilan juga diklaim telah menewaskan 33 tentara Indonesia, namun SPMNews tidak bisa mengkonfirmasi nomor ini di lapangan. Media Indonesia pernah melaporkan adanya korban seperti ini. Baru-baru ini di Puncak Jaya, TRPB yang resmi di bawah Nggoliar Tabuni (TIDAK Goliath) juga diklaim menewaskan enam orang Indo, namun media Indos hanya mengungkapkan satu atau dua dari mereka.

Laporan lebih lanjut tentang pertarungan berkelanjutan ini akan mengikuti

SPMNews
koteka@papuapost.com
koteka@westpapua.net

Upacara Pengibaran Bendera Bintang Kejora HUT West Papua oleh Suku Walak Papua Yang Supernatural

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew
Upacara Pengibaran Bendera Bintang Kejora HUT West Papua  oleh Suku Walak Wilayah DEMAK, Veteran OPM  dan Anggota Prajurit TRPB Ilugwa Selatan. Upacara dilakukan resmi secara adat (DEMAK Walak). Mulai dari Pembukaan, Pengibaran Bendera, Pidato sampai penutupan dilaksanakan dengan bahasa dan budaya suku walak di Wilayah LA PAGO - jantung papua.

Diplomat Papua Merdeka Oktovianus Mote di Amerika Politik Novela Nawipa Luar Biasa (You Are Amazing)

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew


Foto : Novela Nawipa di MK Jakarta
Teratai Paniai,  Politik perempuan asal Paniai Novela Nawipa terkait pilpres 2014 di Indonesia di beri pujian  dari Oktovianus Mote diplomat luar Negeri untuk Papua Merdeka di Amerika Serikat. Pujian dan tanggapan ini di upload dinding facebok resminya (15,Agustus 2014), waktu Amerika Serikat. 
Ini pujian untuk : Novela Nawipa: You are amazing dan nilai moral dan pemihakkan politik bangsa Papua.
Seorang teman memberi informasi bahwa Novela Nawipa, seorang perempuan Mee menjadi pembicaraan seantero orang Indonesia. Luar biasa karena dia menjadi buah bibir lebih dari 250 juta manusia di muka bumi ini. Tentu saja menarik dan sayapun kemudian membaca sejumlah komentar mencaci maki dan yang memuji. 
Saya meminta adik Oktovianus Pogau untuk teruskan gambarnya di TV agar saya bisa tonton. Saya membaca dua tulisan elok dan obyektive dari adik Oktovianus Pogau dan Made Supriatma (di wall facebook mereka) yang menyoroti dari sudut yang berbeda. Saya di bantu oleh sejumlah media Indonesia yang menggambarkan siapa Novela Nawipa yang tiba-tiba menjadi bintang dan membuat banyak orang Papua bangga dan tidak sedikit yang iri hati dan mencaci maki.
Otak saya sebelum menonton rekaman tv adalah sudah bayangkan penampilan seorang perempuan gunung yang digambarkan: tidak tahu adat, sopan santun dan tidak hargai hakim, memalukan suku Mee dan orang Papua dan sebagainya. Tetapi semua itu musnah seketika. Karena yang saya saksikan adalah penampilan seorang perempuan papua yang tampil penuh percaya diri, stick to the point dan tidak terpancing pertanyaan Hakim yang memutar kiri kanan. Jawabannya jelas laksana seorang lawyer yang cerdik dan ia uraikan dalam tutur kata yang sungguh hidup, tidak kaku dan terperangkap feodalisme beku. Tentu saja ada kekeliruan menyangkut jarak: dari 300 Km ... tapi who care. karena di papua orang papua tidak terbiasa dengan main angka dalam mengukur jarak. Penguasa kolonial Indonesia pun jarang sekali memasang papan jarak di tanah papua dan orang papua terbiasa dengan menunjuk apa yang ada yakni di balik gunung, dibalik sungai, dibalik pohon dan sebagainya sebagai patok.
Banyak sekali orang Papua, terutama mereka yang merasa diri dan terdidik dan tahu politik, tata krama etika sopan santun termasuk perempuan papua yang mencaci maki Novela. Saya tidak perduli dengan komentar kaum lelaki papua. Saya juga lebih tidak perduli dengan ungkapan orang Indonesia entah itu yang bermukim di papua maupun dari mereka yang lahir besar di tanah papua yang datang dan cari makan sejak 1 Mei 1963, saat Indonesia resmi menjajah Papua. Yang saya peduli dan karenanya hendak memberikan catatan adalah komentar sesama perempuan papua terhadap Novela.
Saya hendak mengajak pembaca untuk menonton Beatrix Wanane,anggota KPU Propinsi Papua di youtube dengan tulis namanya dan nonton yang full. Lihat penampilan dan jawaban dari perempuan yang mengaku dirinya senior dan intelektua di Papua. Dia menuduh Novela, tidak sopan, tidak jawab pertanyaan HAKIM dan sebagainya. Tetapi lihat apa yang dia lakukan sendiri, dia tidak mampu jawab pertanyaan sederhana wartawan tentang kampung yang menjadi sengketa. Soal tidak sopan, apakah karena Novela tidak pakai kebaya milik penjajah sebagaimana yang ibu Beatrix gunakan? Ataukah karena dia perempuan gunung sehingga Beatrix omong penuh emosi di depan 250 juta penduduk INdonesia melalui TV, katakan :.... siapa yang perbodoh ..... Saya bersyukur ada tv Indonesia yang memutar balik cuplikan gaya dan bahasa novela dalam menjawab hakim dan memperlihatkan reaksi Beatrix menyaksikan cuplikan itu. Jelas sekali di sana, justru beatrix yang penuh emosi dan omong terus habiskan waktu dan tidak jawab pertanyaan wartawan. Padahal wartawan Metro TV yang dikenal tv pendukung Jokowi sudah mengirim begitu sederhana sesuai skenario kepentingan politik kubu jokowi pun Beatrix, sang intelektual papua itu tidak mampu jawab. Dia lari kepada analisa dia bahwa tidak tahu nama tete nya (padahal saya tidak dengar hakim tanya nama tete dan kalaupun dia tanya itu tidak relevan) misalnya. Beatrix juga tidak mampu jelaskan apa yang terjadi di kampung awabutu. Beatrix hanya berdalih sesuai laporan daerah.... Sekali lagi ukuran tahu adat yang Beatrix gunakan adalah sekedar apakah tahu nama kepala kampung atau tokoh kampung termasuk yang beatrix karang sendiri nama tetenya. Yang menarik beatrix wanane, perempuan papua intelektual senior itu tidak tahu bahwa Novela punya hak untuk tidak menjawab pertanyaan yang dia (novela) menilai tidak relevan. 
Sementara Novela jawab pertanyaan Hakim dengan santai dan tetap focus. DAn yang paling penting adalah Novela jawab dengan wajah ceriah dan senyum. Karena focus maka dia tanya balik hakim ketika dia merasa belum menjawab secara tuntas. GAya bertanya balik dari Novela yang ditafsir berlebihan oleh orang yang tidak kenal orang Papua yang otaknya masih bersih dan belum terkontaminasi budaya feodal dan penjajahan Indonesia. Orang Papua yang irih hati dan pendukung Jokowi maupun orang Papua yang asal bunyi pun komentari negative. Padahal novela hanya bilang:.... maksudnya? hanya kata itu yang dia ungkapkan. Gaya tanya jawab ini sungguh menyegarkan suasana sidang dan itu bisa dilihat dari gelak tawa para hakim. Kalau mereka merasa penting, mereka akan sambung kejar dengan pertanyaan lain. DAn apapun jawabannya apapun yang keluar dari mulut novela adalah bahan dalam pengambilan keputusan. Maka pertanyaan saya adalah dimana unsur marahnya dari pertanyaan balik Novela tersebut? apakah karena intonasinya, ataukah karena saat dia bertanya novela tidak menunduk atau lihat tempat lain (sebagaimana dilakukan banyak orang Indonesia yang mewarisi budaya feodal) tidak menatap mata hakim. Beatrix mempraktekkan apa yang Yesus katakan bahwa mampu lihat sebuah jarum kecil di mata Novela namun ular besar yang keluar dari mulutnya dalam menjawab pertanyaan wartawan tv itu bukan saja dia tidak lihat melainkan dia mengalir deras laksana arus sungai mambramo dari mulutnya.
Komentar kedua yang hendak saya pakai adalah yang di ungkap seorang aktivis perempuan papua yang nota bene dia sendiri orang gunung dari wilayah selatan, suku Muyu. Dia tuli: Novela dan Nowela, dua bintang dalam TV yang memalukan bangsa Papua. Ia menilai mereka tampil bukan untuk membela papua tetapi menjadi mainan Prabowo. Saya menegur dalam facebooknya agar dia hapus kata hinaan itu yakni "mainan" dari komentar itu karena tidak pantas keluar dari seorang aktivis perempuan papua yang saya ikut hormati selama ini. Dia minta maaf kepada saya bila saya tersinggung dengan ungkapan itu. Saya jawab bukan maaf kepada saya tetapi kepada dua perempuan papua yang dia sebutkan namun tidak hapus. penjelasan saya kepadanya bahwa Novela dan Nowela adalah dua orang yang profesional dalam bidangnya: satu penyanyi dan satu politisi sehingga mereka bukan mainan Prabowo. Saya jelaskan kepadanya apa yang Novela lakukan adalah benar dan secara profesional dia membela partai politik yang dia pimpin. Soal apa yang dia sampaikan itu benar atau tidak bukan urusan siapa-siapa, itu hak hakim dalam pengambilan keputusan atas kasus ini. Tetapi, perempuan aktivis papua yang senior ini tetap tidak merubah posisinya bahwa dua anak perempuan papua yang menjadi pembicaraan Indonesia karena kehebatan mereka. Di mata aktivis perempuan papua ini adalah sekedar mainan prabowo. 
Sekali lagi kalau yang katakan itu seorang lelaki papua, saya tidak peduli karena banyak yang tidak tahu hormati hak perempuan papua apalagi yang otaknya bodok dan kalah dari kaum perempuan papua. Tetapi once again ini perempuan papua sendiri yang menghina kaumnya, sesama perempua papua. Itulah sebanya dua contoh ini saya soroti mewakili mereka yang bernada sama.
Kini catatan umum kepada bangsa papua entah orang gunung atau pantai apapun pemihakkan politiknya.
Catatan pertama mengenai ukuran moral. betapa memalukkan ukuran moralitas kebanyakan orang papua terdidik yang sibuk dengan facebook. Mereka umumnya menuduh anak perempuan ini memalukan. Ungkapan yang sama mereka tidak lakukan ketika seorang politisi hebat kedapatan mencuri uang rakyat. Tidak ada kalimat apa-apa tatkalah bekas gubernur Barnabas Suebu, tokoh papua hebat dan bekas gubernur dua periode di jadikan tersangka dalam kasus korupsi miliaran rupiah. Hal demikian juga terjadi ketika banyak pejabat Bupati dan pegawai tinggi lainnya yang di hukum karena ternyata pencuri. Orang Papua merasa tidak malu ketika perilaku pencuri-pencuri ini dipakai sebagai fakta di dalam Negara Republik Indonesia untuk mengukur :
(a)    orang Papua bukan saja tidak mampu tetapi
(b)   pencuri sehingga tidak bisa di percaya. Wahai kaum cerdik pandai yang merasa diri orang papua dimana ukuran moralmu?
Catatan kedua adalah pemihakkan politik. Orang papua dari mereka yang mengaku diri terdidik paling tidak tahu pakai facebook adalah bahwa sangat rendah dalam nasionalisme akan bangsanya, Papua. Mereka ini tanpa segan caci maki dan hina bangsanya sendiri dan tidak sedikit yang tega benar jual sesama orang Papua hanya untuk membelah seorang Kepala Negara yang menjajah bangsa Papua. Anehnya, tidak sedikit mereka yang berkomentar minor kepada Novela Nawipa itu adalah menyebut diri mereka sebagai pejuang kemerdekaan, aktivis papua merdeka. Mereka bukan saja caci maki Novela bahkan rumahnya pun di hancurkan terlepas dari apakah itu di lakukan sesudah atau sebelum novela muncul di depan sidang Mahkama Konstitusi. Pertanyaan saya kepada anda adalah apakah dua calon kepala negara ini akan memberikan peluang kepada bangsa papua untuk lakukan referendum? Saya hendak tunggu, apakah begitu Jokowi jadi Presiden ada perubahan signifikant dalam hal hidup bangsa termasuk mengakui hak bangsa papua untuk menentukan nasib sendiri sebagaimana dia akui hak yang sama dari bangsa Palestina? Demikian juga apakah kalau Prabowo menang situasi HAM berubah, koruptor di tangkapi dan militer pembantai nyawa manusia papua di kurung sesudah diadili secara terbuka dan pecat mereka yang main kuasa serta membuka papua dan memberikan kebebasan hidup kepada bangsa papua?
Refleksi ini saya tulis pada saat saya meratapi nasib bangsa papua yang di jual dunia barat di bawah pimpinan Amerika-Belanda melalui perjanjian new york yang di tanda tangani di markas besar PBB, 15 Agustus 1962. Meratapi karena ternyata bukan hanya kapitalis dunia saja yang tidak peduli dengan nasib bangsa Papua tetapi orang-orang papua sendiri banyak yang tidak peduli sesamanya dan bangnsanya semata-mata karena irih hati. Orang Papua hanya jago kandang, mampunya lawan bangsa sendiri dan tidak mampu hadapi bersama musuh bersama. 
Catatan ini saya tujukan kepada kalian yang menuduh aneka suara negative terhadap Novela. Anda sama posisinya dengan 5 atau 6 orang Papua yang mendapat penghargaan negara INdonesia karena kesetiaannya kepada penjajah. Mereka ini:Nicolaus Youwe, Abraham Octovianus Atururi, Frans Albert Yoku, Nick Messet, Konstan Karma, Lipidus Beneluk, akan berpesta dan sukacita tatkalah rakyat papua merana, sedang menuju punah, dalam kurang dari 6 tahun jumlah orang papua di tanahnya tidak akan akan lebih dari 30 persen. Mereka akan pesta di Istana Presiden Indonesia dan kalian cuma sibuk di internet seakan tidak peduli dengan situasi di Timika, Pemimpin Bangsa dari suku Dani di pancung lehernya dan kepalanya belum di temukan, dimana ada rekayasa untuk mempertahankan daerah rawan dengan menciptakan konflik antara warga: orang dani versus orang Kei-Flores, Bugis-Makasar yang sedang berlangsung saat ini. 
Demikian juga tidak ada gerakan apa-apa dalam membela sejumlah aktivis yang di tahan di UNCEN hanya karena suarakan aspirasi politik bangsa papua yang di pancung melalui perjanjian new york yang dipakai oleh bangsa-bangsa pencuri yang hendak mengambil kekayaan negeri kita. Tidak ada gerakan untuk menekan pemerintah Indonesia untuk keluarkan dua wartawan asing asal perancis yang kini di tahan aparat keamanan Indonesia, tatkalah mereka sekedar jalankan panggilan profesinya sebagai wartawan, menulis apa yang terjadi di Papua. Dimanakah nyali ketika ada orang lain rela berkorban untuk bangsa papua dan bangsa papua sibuk babat sesama bangsa papua.
Connecticut, USA 15 Agustus 2014

Watikam Voice : Kami Akan Terus Berjuang Sampai Papua Merdeka !

Semua hasil karya yang dimuat di situs ini baik berupa teks, gambar dan suara serta segala bentuk grafis (selain yang berkode IST) menjadi hak cipta Watikam Crew

Kami Akan Terus Berjuang Sampai Papua Merdeka !

Isu yang kini tidak asing lagi adalah  kalau rakyat Papua ingin menentukan nasibnya sendiri. Ini dapat kita lihat dari berbagai media-media yang memberitakan masalah Papua dari berbagai sisi, juga dari berbagai informasi yang sekarang sedang terjadi dan sedang memanas di seluru penjuru dunia.

Tidak heran juga, masalah Papua sudah merupakan masalah global, masalah internasional, di dunia. Orang Papua selalu memperjuangkan hak-hak untuk merebut kemerdekaan penuh melalui forum-forum terbuka maupun tertutup.
Itu semua  usaha orang Papua: berjuang dan dengan berbagai cara  merebut kemerdekaan adalah upaya orang Papua memenuhi hak, sebagai bangsa West Papua.


Kita bisa melihat kembali masa sejarah singkat mengenai Papua di dalam pangkuan NKRI. Orang Papua ditindas, dibunuh, dianeksasi dan dilecehkan kedaulatannya, dan dicaci maki orang Papuanya oleh NKRI melalui aparat pemerintah, terutama militernya di atas tanah Papua.


Kami (Bangsa Papua) tidak bisa jelaskan pelanggarannya satu per satu, karena itu semua sudah jelas dan pastinya semua sudah tahu kalau Papua sedang terjadi seperti demikian. Sejarah yang membuktikan bahwa sejarah perjuangan Bangsa Papua lebih lama dan lebih panjang dibandingkan sejarah bangsa indonesia. Sekarang yang terjadi adalah negara indonesia tidak mau mengakui kalau Bangsa Papua ingin menentukan nasib sendiri. Apa maunya Indonesia? Dan sampai sekarang, mengapa Bangsa Papua masih di dalam bingkai NKRI, padahal, sebagai sebuah bangsa, West Papua berhak menentukan nasibnya sendiri?


Kita bisa lihat dan sangat jelas pada awal Bangsa Papua dijajah negara Indonesia pada tahun 1963 sampai sampai saat ini. Selama puluhan tahun penjajahan bangsa Indonesia, ada banyak sekali negara-negara luar yang sudah merdeka. Dan itu sudah lebih dari puluhan negara yang sudah menentukan nasibnya sendiri. Padahal penjajahan bangsa Indonesia terhadap Papua sudah sangat lama. Indonesia telah buat orang Papua menderita dan menderita karena setiap hari dibunuh, diperkosa, disiksa.  Paling sangat di sayangkan sekali. Apa yang membuat bangsa indonesia sangat cinta kepada Bangsa West Papua? Tidak lain kalau itu karena kepentingan ekonomi dan politik bangsa indonesia.


Bukankah di dalam Pancasila sudah tercantum di dalam sila ke-5 yang berbunyi, Keadilan sosial bagi seluru rakyat Indonesia." Bukankah juga di dalam UUD 1945 sudah ditegaskan kepada bangsa indonesia pada Alinea I (pertama) yang berbunyi, Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Mana buktinya?


Manusia memiliki akal budi yang sudah diciptakan Tuhan. Manusia yang sempurna memiliki akal budi dan bisa berfikir secara sehat. Mana yang baik dan mana yang tidak baik. tetapi apa yang dilakukan pemerintah indonesia, UU ko yang dibuat sendiri tetapi yang dilanggar juga sendiri.


Dari dahulu, pembunuhnan demi pembunuhan terjadi. Penyiksaan. Pemerkosaan, sudah banyak kasus.  Semua itu jadi bukti kata-kata jenderal TNI, Ali Murtopo yang mengatakan: Bila orang Papua ingin merdeka, surati Amerika Serikat agar bangsa Papua diantar ke bulan untuk merdeka di bulan. Atau mencari pulau lain di fasisfik untuk merdeka di sana. Artinya, Ali Murtopo mengatakan bahwa Indonesia tidak butuh orang Papuanya, hanya butuh tanah Papua yang kaya raya. Terbukti dengan eksploitasi besar besaran,dimulai dengan PT. Freeport, tanpa meningkatkan kesejahteraan orang Papua.


Tetapi ingat bangsa Indonesia, selama Bangsa Papua masih berdiri di atas tanah Bangsa Papua, selama Bangsa Papua masih banyak pelajar-pelajar muda, pejuang mahasiswa, aktivis, dan pejuang-pejuang bangsa Papua, kami akan terus berusaha menegakkan kebenaran sejarah, dan menunjukkan pada dunia, rekayasa yang kau buat, demi tanah Papua, bukan manusia Papua.


Walau politik kelas wahid dan kasta tinggi bagaimana pun yang kau gunakan, masalah Papua tidak akan pernah selesai hingga bumi ini kiamat. Kami tahu kami berada pada jalur kebenaran, dan kami akan berjuang untuk membuatmu masuk surga, setidaknya dengan berjuang agar kau (RI)  mengakui dosa-dosa politikmu di masa silam  terhadap  Bangsa West Papua.


Karena kami tahu, kebenaran dapat disalahkan, seperti keberhasilanmu memanipulasi sejarah kedaulatan bangsa kami demi ekonomimu, tetapi kebenaran tidak dapat dikalahkan. Artinya, kami tahu, di ujung sana, ada kemerdekaan sebagai penegakan kebenaran sejarah bangsa kami, buat bangsa  kami, West Papua menanti kami: Papua Merdeka!



" Hendaklah kamu sepikir, sehati, sejiwa, satu dalam kasih dan satu tujuan untuk  terus berjuang sampai Papua Merdeka "
            Filipi 2:2b

Lambert Pekikir: TPN-OPM Tak Ada Urusan Pelantikan Gubernur

Tegas Lambert Pekikir: TPN-OPM Tak Ada Urusan Pelantikan Gubernur 

(Lambert Pekikir)
Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka atau TPN – OPM melalui Koordinator Pusat, Lambert Pekikir, menyampaikan bahwa pihaknya tidak berurusan dengan segala hal terkait Negara Indonesia, termasuk pelantikan Gubernur Papua yang rencananya digelar pada 9 April 2013 nanti.

“Kami ini pejuang Papua merdeka, kami tidak ada urusan dengan segala hal yang berkaitan dengan Negara Indonesia, apalagi masalah Pilkada dan pelantikan gubernur Papua, kami tidak urus itu, kalau ada isu kami akan mengacaukan pelantikan, itu omong kosong,” ujar Lambert Pekikir saat dihubungi Bintang Papua, Selasa (26/3) kemarin.

Isu mengacaukan pelantikan Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal sempat terdengar, oleh karenanya OPM dengan tegas segera membantah dan melakukan klarifikasi terkait hal tersebut.

“Kami dengar acaranya di Lapangan Mandala, itu kan tempat terbuka, dan ada ribuan orang di situ, termasuk ribuan orang asli Papua, sangat tidak mungkin kami lakukan hal itu, seandainya ada yang melakukan itu, pasti bukan OPM, coba tanya ke pihak lain yang punya senjata, mereka juga punya potensi untuk mengacau, jangan kami terus yang dijadikan kambing hitam,” geram Lambert.

“Isu-isu semacam itu kan sudah sangat sering dilakukan, TPN-OPM selalu menjadi kambing hitam untuk kepentingan orang lain, jangan karena isu itu lantas ada pihak-pihak yang diuntungkan, kami ini tidak ada urusan apa-apa, dan kami tidak peduli dengan isu murahan seperti itu,” tandasnya lagi.

Lambert juga berharap agar masyarakat bisa lebih cerdas dalam menilai segala kejadian dan aksi yang terjadi di Papua,”Ada banyak kepentingan dengan kejadian-kejadian dan isu-isu yang beredar, masyarakat silahkan menilai dan mengkaji dengan seksama kebenarannya, kami akan menyampaikan pertanggung jawaban apabila hal itu kami lakukan, jadi saya pastikan isu itu tidak benar,” tegas Lambert Pekikir. (bom/don/l03)

http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/3010-lambert-pekikir-tpn-opm-tak-ada-urusan-pelantikan-gubernur

AS Siap Siaga Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua

AS Siap Siaga Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua

(Foto: MILITER US SIAGA / itoday.co.id)
Watikam-Voice. Asing akan tetap melibatkan diri dengan urusan Papua. Itulah yang menjadi perhatian Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai itoday, Senin (20/2).
 Asing terlibat karena persoalan Papua tidak pernah selesai, tutur pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, apa yang terjadi di Papua sekarang, jelas mengikuti skenario kemerdekaan Kosovo, yang berhasil memerdekakan dirinya dengan bantuan lembaga internasional. Hal ini terlihat dengan didaftarkannya kemerdekaan Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu lalu.

Jika asing melihat masalah Papua sebagai sebuah isu internasional yang hangat, dan menganggap Indonesia tidak peduli. Maka kesempatan Papua untuk merdeka akan semakin besar, jelasnya.

Hariyadi mengingatkan, keberadaan AS di Darwin, Australia, walau sebenarnya adalah untuk membendung Cina, tetapi jika masalah Papua semakin memanas, dan memperoleh pengakuan lembaga internasional sebagai sebuah negara merdeka, maka pangkalan AS di Darwin akan menjadi pangkalan yang bersifat multifungsi.

AS akan mengerahkan pasukannya di Darwin guna melindungi Papua, jika Indonesia nantinya menolak kemerdekaan Papua yang disahkan PBB secara sepihak, kata Hariyadi.

Apa yang dikatakan Hariyadi mengenai ancaman pangkalan AS di Darwin memang tidak bisa dianggap enteng. Sebab posisi Darwin sangat untuk mendukung posisi AS di ASEAN dan Laut Cina Selatan, atas Cina dan Rusia.

Tidak hanya itu, posisi Darwin juga memudahkan AS untuk mengirimkan pasukannya dengan menggunakan kapal selam dan kapal induk, ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia Pasifik.

Bagi Hariyadi, alasan mengapa masalah Papua tidak pernah selesai, karena pemerintah selalu menggunakan cara represif dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Sedangkan cara pendekatan lainnya kurang maksimal, sebab tim yang dibentuk selalu saja tidak bekerja dengan semestinya.

http://www.itoday.co.id/politik/as-siap-kirim-pasukan-untuk-kemerdekaan-papua